Tembus Pasar Global, Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu Promosikan Ekraf

  • 06 Apr 2026 20:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Upaya membawa produk ekonomi kreatif Jawa Tengah ke pasar global terus diperkuat melalui kolaborasi strategis. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah menjalin sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk memperluas akses promosi dan pemasaran di tingkat internasional.

Langkah ini mengemuka dalam audiensi dalam memperkuat sinergi lintas sektor antara Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin dengan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI Heru Hartanto Subolo di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin 6 April 2026. Dalam kesempatan itu, Nawal memaparkan capaian sektor ekraf Jawa Tengah yang menunjukkan kinerja mantab.

Pada semester I 2025, nilai ekspor ekraf Jateng tercatat mencapai Rp53 triliun dan menempati posisi kedua secara nasional. Selain itu, realisasi investasi sektor ekraf Jawa Tengah juga menunjukkan tren positif, nilainya mencapai Rp11,45 triliun atau terbesar ketiga di Indonesia pada periode yang sama.

Fokus pengembangan mencakup subsektor kriya, wastra, batik, kayu, logam, hingga serat alam. “Kami minta arahan, dan harapannya Jawa Tengah nanti bisa ikut serta dalam expo pameran internasional, dan bisa masuk melalui diaspora Indonesia,” ujar Nawal.

Ia menegaskan, produk ekraf Jateng tidak hanya mengusung nilai ekonomi, tetapi juga identitas budaya bangsa. Keunikan dan nilai sejarah menjadi kekuatan utama dalam membangun citra Indonesia di kancah global.

“Karena secara kualitas ini kami mewakili, produk kami itu penuh dengan heritage Indonesia,” imbuhnya.

Sejumlah pelaku usaha bahkan telah menembus pasar internasional. Naruna Ceramic dari Salatiga, misalnya, telah mengekspor produknya ke 18 negara, sementara Roro Kenes Semarang dikenal dengan tas anyaman kulit berkualitas tinggi yang diminati wisatawan mancanegara.

Produk wastra khas Jawa Tengah juga terus menunjukkan eksistensi global. Batik Pekalongan, tenun troso Jepara, hingga lurik Klaten menjadi bagian dari identitas budaya yang kian diminati pasar internasional.

Nawal berharap, jaringan perwakilan Indonesia di luar negeri dapat dimanfaatkan untuk memperkuat promosi produk ekraf. Dengan demikian, jangkauan pasar menjadi lebih luas dan beragam.

Sementara itu, Heru Hartanto Subolo menyambut positif langkah kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi ini penting dalam memperkuat promosi industri kreatif Indonesia di tingkat global.

“Kemlu perannya dalam kaitan dengan upaya menjembatani hubungannya dengan promosi ke luar negeri, dan capacity building yang bisa kita lakukan kerja sama ke depan,” ungkapnya.

Menurut Heru, Jawa Tengah memiliki kekuatan diplomasi budaya yang besar. Hal ini ditopang oleh kekayaan budaya, pariwisata, serta produk kreatif yang telah dikenal luas di dunia.

“Jawa Tengah mempunyai budaya yang kuat, produk pariwisata yang luar biasa, ada Borobudur, Prambanan, juga ada hasil industri budaya batik yang sudah tidak asing lagi,” jelasnya.

Ke depan, Kemenlu berkomitmen memfasilitasi promosi produk ekraf Jateng melalui berbagai pameran internasional. Sinergi berkelanjutan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....