Teladani KH Dalhar, Luthfi Ajak Perkuat Persatuan dan Nasionalisme

  • 06 Apr 2026 19:07 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak masyarakat meneladani nilai-nilai perjuangan KH Dalhar dalam memperkuat persatuan dan nasionalisme. Ajakan itu disampaikan dalam peringatan Haul ke-66 KH Dalhar di Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Muntilan, Senin 6 April 2026.

Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati lokasi acara sebagai bentuk penghormatan kepada ulama pejuang kemerdekaan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya pengaruh dan keteladanan KH Dalhar lintas generasi.

Menurut Luthfi, KH Dalhar bukan hanya mengajarkan ilmu keislaman, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang relevan dalam menjaga kebangsaan. Ia menilai ajaran tersebut penting untuk terus dihidupkan di tengah dinamika zaman.

Sosok KH Dalhar, lanjutnya, dikenal sebagai ulama yang menanamkan semangat persatuan, nasionalisme, dan bela negara. Nilai-nilai itu dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Haul ini bentuk penghargaan kepada kiai pendiri bangsa. Ada nilai-nilai persatuan dan kesatuan di sini. Kita harus meneladani nilai-nilai yang diajarkan oleh beliau, di antaranya kesederhanaan yang tertanam pada diri,” kata Luthfi.

Ia menambahkan, peringatan haul juga mencerminkan besarnya pengaruh KH Dalhar terhadap para santri dan masyarakat luas. Jemaah yang hadir tidak hanya dari Jawa Tengah, tetapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selain nilai spiritual, kegiatan haul juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas UMKM di kawasan Watucongol turut bergerak seiring meningkatnya jumlah pengunjung.

“Ini bentuk kolaborasi tentang tradisi, nguri-uri budaya. Coba bayangin, kita masuk ke wilayah Watucongol, sudah berapa ratus UMKM yang terlibat. Artinya ada perputaran ekonomi bagi masyarakat tercipta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai pesantren memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran nasionalisme. Ia menyebut pesantren sebagai ruang pembelajaran nilai persatuan di tengah keberagaman.

“KH Dalhar dan Ponpes Darussalam Watucongol telah melahirkan banyak santri yang menjadi tokoh di daerahnya. Pesantren juga sumber persatuan karena di sana banyak orang dari berbagai daerah dan suku, serta mengajarkan toleransi, kebersamaan, silaturahmi, dan persatuan,” katanya.

Ia menegaskan, dalam situasi global saat ini, persatuan menjadi modal utama bagi bangsa. KH Dalhar dinilai sebagai tokoh yang konsisten mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

“Mbah Dalhar salah satu tokoh yang selalu menyerukan kepentingan bangsa, ia mengedepankan kepentingan bersama di atas segala-galanya,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....