Jaga Integritas Polri, Kapolres Salatiga Beri Penghargaan dan Sanksi PTDH

  • 06 Apr 2026 09:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, SalatigaPolres Salatiga menyatakan, komitmennya dalam menjaga integritas institusi melalui penerapan sistem reward and punishment secara ketat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap personel tetap berada dalam koridor profesionalisme, sekaligus memberikan apresiasi nyata bagi mereka yang melampaui panggilan tugas dalam melayani masyarakat.

Kebijakan pembinaan ini diwujudkan melalui pemberian kenaikan pangkat pengabdian dan penghargaan bagi puluhan anggota berprestasi. Di saat yang bersamaan, Polres Salatiga juga menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi personel yang terbukti melakukan pelanggaran berat. Hal ini menjadi pengingat bahwa dedikasi dan disiplin adalah fondasi utama di tubuh Polri.

Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan keseimbangan antara apresiasi dan sanksi sangat penting untuk menjaga marwah institusi. Salah satu bentuk dedikasi yang disoroti adalah aksi sigap anggota di lapangan dalam membantu masyarakat, termasuk penanganan darurat pada momen arus mudik.

“Kenaikan pangkat pengabdian dan penghargaan ini adalah bentuk apresiasi kita kepada anggota yang sudah menunjukkan loyalitas dan kinerja luar biasa. Tapi di sisi lain, PTDH menjadi bukti bahwa kita tidak akan menolerir setiap pelanggaran yang mencederai kehormatan Polri,” ujarnya usai memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) di Lapangan Bhayangkara, Senin 6 April 2026.

Menurut Kapolres, aksi kemanusiaan seperti yang dilakukan oleh Wakapolres Salatiga Kompol R Arsadi KS, S.E., M.H., yang membantu mendorong mobil pemudik mogok, serta kesigapan Aiptu Hery Prasetyo dalam memadamkan kebakaran mobil, adalah standar pelayanan yang diharapkan.

“Sebenarnya tugas kita itu soal bagaimana hadir dan memberikan rasa aman. Penghargaan ini bukan cuma seremonial, tapi motivasi biar teman-teman di lapangan tetap semangat dan lebih pinter lagi melayani masyarakat. Kita tunjukkan kalau Polri itu ada saat warga butuh pertolongan, apalagi di momen sibuk seperti mudik,” jelasnya

Terkait pelaksanaan PTDH in absensia terhadap Briptu DP, Kapolres menekankan bahwa setiap anggota terikat pada aturan dan etika Tribrata. Ia berharap tindakan tegas melalui simbolis penyalangan foto tersebut menjadi pelajaran pahit agar tidak terulang kembali di masa depan.

Melalui momentum ini, Polres Salatiga berharap seluruh personel, termasuk IPDA Tambah, S.H. yang menerima pangkat pengabdian, semakin termotivasi untuk meningkatkan integritas dan memberikan pelayanan yang humanis guna menjaga kepercayaan masyarakat. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....