Kunjungi Salatiga, Nawal Terkesan Kesuksesan Kampung Olah Singkong Hingga Ampas

  • 05 Apr 2026 12:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Keberhasilan Kampung Singkong Argowiyoto dalam mengolah singkong hingga limbahnya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Model pengelolaan ini dinilai mampu menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meninjau langsung kawasan tersebut dan meninjau Toko Singkong Keju D-9 pada Sabtu 4 April 2026 sore. Pada tempat usaha tersebut, singkong diolah secara menyeluruh hingga dipasarkan.

Menurut Nawal, keunggulan Kampung Singkong terletak pada pemanfaatan bahan baku secara maksimal hingga ampasnya. Pendekatan ini menciptakan ekosistem usaha lokal yang efisien sekaligus ramah lingkungan sehingga layak direplikasi di daerah lain yang memiliki komoditas unggulan.

"Misalnya di daerah pertanian atau daerah dengan potensi seperti ikan dan lain sebagainya, bisa kok diolah menjadi banyak hal. Misalnya ikan bisa jadi abon, dan sebagainya," ucap Nawal didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan.

Kampung Singkong sendiri menjadi sentra UMKM dengan puluhan pelaku usaha yang aktif. Setiap hari, kawasan ini mampu mengolah berton-ton singkong menjadi aneka makanan dan minuman inovatif.

Nawal juga menekankan pentingnya inovasi dalam meningkatkan daya saing produk. Pelaku usaha didorong untuk terus mengembangkan olahan berbasis komoditas lokal.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap UMKM akan terus diperkuat sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen. Upaya ini bertujuan agar pelaku usaha kecil mampu naik kelas dan memperluas pasar.

Sementara itu, pemilik Singkong Keju D-9, Diah Kristanti, menyampaikan usahanya terus berkembang sejak dirintis pada 2009. Berbagai inovasi dilakukan, baik dari sisi produk maupun teknologi pengolahan.

Ia menyebut, Kampung Singkong kini mampu mengolah sekitar tujuh ton singkong per hari hingga menjadi beragam produk, mulai dari singkong keju, keripik, olahan modern seperti spageti dan burger singkong. Bahan baku tersebut berasal dari sejumlah daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Produk yang Pemasarannya telah menjangkau berbagai daerah di Pulau Jawa hingga Bali. "Kampung Singkong menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Salatiga. Harapan kami, semoga pemerintah terus memberi dukungan," harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....