Ribuan Warga Mengungsi Imbas Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Luthfi Jamin Kebutuhan
- 04 Apr 2026 14:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Demak. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi selama masa darurat.
Untuk diketahui, banjir yang terjadi pada Jumat, 3 April 2026 itu berdampak pada delapan desa di empat kecamatan yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung dengan total pengungsi mencapai 2.839 jiwa. Adapun, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi berkesempatan meninjau langsung lokasi pengungsian di Kantor Kecamatan Guntur pada Sabtu, 4 April 2026.
Ia melihat kondisi warga yang menempati ruang utama gedung hingga teras, dengan fasilitas darurat seadanya. Sejumlah pengungsi tampak beristirahat di atas alas sederhana, sementara lainnya menunggu kabar kondisi rumah mereka.
Dalam kunjungannya, Luthfi berdialog dengan warga sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis. Total bantuan dari Pemprov Jawa Tengah untuk penanganan banjir Demak mencapai Rp236.985.411 yang berasal dari berbagai perangkat daerah dan PMI.
Usai peninjauan, gubernur menggelar rapat terbatas bersama Bupati Demak Eisti’anah dan jajaran terkait. Rapat tersebut membahas langkah penanganan banjir secara menyeluruh dan terkoordinasi.
Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus dilakukan dari hulu hingga hilir agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Selain penanganan jangka panjang, pemerintah juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
"Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi, mulai sekolah, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lain sebagainya tidak boleh ketinggalan,” ujarnya.
Salah seorang warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Musri’ah, mengaku terpaksa mengungsi setelah rumahnya terendam air yang datang sangat cepat saat tanggul tak lagi mampu menahan arus. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ketika debit air meningkat drastis.
"Menjelang sore, air terus naik hingga warga dievakuasi dengan perahu. “Setelah ashar kami dijemput perahu, waktu itu airnya udah setinggi dada,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....