Jembatan Merah Putih Presisi Polres Purworejo Jadi Akses Vital Warga
- 04 Apr 2026 12:34 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Sebanyak 50 personel Polres Purworejo ikut dilibatkan dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Dukuh Sembuh, RT1/RW2, Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, pada Jumat, 3 April 2026. Mereka diterjunkan untuk membantu pemasangan rangka baja IWF.
Jembatan Merah Putih Presisi kedepannya menjadi akses vital bagi warga menuju lahan pertanian dan memudahkan jalur distribusi hasil panen. Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra menyampaikan, kerja bakti tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya percepatan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat.
“Saat ini progres pembangunan sekitar 40 persen, masih ada pemasangan rangka lanjutan, papan jembatan, pagar pembatas, hingga akses jalan," kata Kapolres. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 30 hari apabila tidak terkendala cuaca.
Namun, intensitas hujan yang tinggi dan kiriman banjir dari Sungai Bogowonto masih menjadi tantangan di lapangan. Harapannya jembatan ini segera selesai agar aktivitas masyarakat, terutama petani, bisa kembali lancar.
"Saat ini mereka masih menggunakan jembatan darurat dari bambu yang rawan hanyut,” tambahnya. Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi didukung pendanaan dari swadaya yang dihimpun Kapolres Purworejo.
Selain itu juga kontribusi dari pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta. "Semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan jembatan Merah Putih Presisi," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Sembuh, Roni Pasla, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung jajaran kepolisian Polres Purworejo dalam kerja bakti tersebut. Pemasangan rangka baja merupakan tahap penting dalam pembangunan jembatan.
"Semoga cuaca mendukung dan tidak ada banjir agar pekerjaan berjalan lancar,” ujarnya. Kehadiran jembatan permanen tersebut nantinya tidak hanya mempermudah akses petani dalam mengangkut hasil panen, tetapi juga akan mendukung jalur lingkar desa di kawasan persawahan Dusun Sembuh.
"Sebelum adanya pembangunan ini, warga mengandalkan jembatan darurat dari bambu yang kerap hanyut akibat derasnya arus irigasi sungai Bogowonto. Kondisi ini kerap menghambat mobilitas, terutama saat musim panen," ucapnya.
Menurutnya, dengan rampungnya jembatan ini nanti, waktu tempuh warga diperkirakan dapat dipangkas hingga 20–25 menit. "Akses ini menuju lahan pertanian di Desa Kebon Gunung, Mudalrejo, dan Maron pun akan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien," imbuhnya.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....