GKJ Ngesrep Gelar Rangkaian Ibadah Pekan Suci, Dari Minggu Palma Hingga Paskah

  • 04 Apr 2026 09:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gereja Kristen Jawa (GKJ) Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang menggelar rangkaian ibadah dalam Pekan Suci "Mengenang Sengsara, Wafat, dan Kebangkitan Yesus Kristus". Ibadah dimulai dari Minggu Palma, Kamis Putih (2/4), Jumat Agung (3/4), Sabtu Sunyi (4/4), hingga terakhir Paskah yang digelar hari Minggu, 5 April 2026 jam 7.00 WIB.

Minggu Palma menandai awal pekan suci digelar tanggal 29 Maret 2026, sekaligus mengenang Yesus masuk ke Yerusalem. Selanjutnya, digelar ibadah Kamis Putih jam 19.00 WIB, mengenang misa perjamuan terakhir dan pembasuhan kaki murid Yesus.

Ibadah Jumat Agung yang digelar mengenang wafatnya Yesus dan perenungan di kayu salib, sedangkan Sabtu Sunyi merenungkan kematian Sang Juru Selamat. Di GKJ Ngesrep, rangkaian ibadah Pekan Suci dipimpin Pendeta Antonius Prasetyo Jati SFil.

Ibadah Jumat Agung dipadati jemaat GKJ Ngesrep yang mengenakan pakaian nuansa gelap. Pendeta yang akrab disapa Jati itu mengajak jemaatnya memaknai Jumat Agung ini sama-sama merekam dan mengingat arti pengorbanan Kristus yang menderita dan mati di kayu salib.

"Dan panggilan kita (umat Kristen-red), salib jalan kepastian kasih Allah. Melalui salib menjadi puncak cara Allah mencintai kita semua," kata pendeta GKJ Ngesrep.

Dalam kotbahnya, Jati sempat mengungkap adanya perbedaan yang kerap terjadi dalam dunia ini perlu disikapi dengan bijak. Ia merasa tertarik dengan dua hal dari tulisan penulis Amerika, Mel Robbins dalam bukunya berjudul The Let Them Theory.

Menurut dia, hal menarik itu ialah sikap Let Them yang artinya Biarkan Mereka yang dimaknai dalam bahasa Jawa sebagai Yo Wis Ben. Satu hal lainnya, Let Me atau Biarkan Aku yang dimaknainya Tak Lakoni.

"Let Them ini seperti dalam kehidupan, terkadang ada bagian yang tidak bisa kita kendalikan. Kita sebagai orang tua tidak mungkin bisa mengharapkan anak sesuai dengan apa yang kita harapkan," ujarnya.

Begitu juga dengan Let Me, ia mengilustrasikan dengan bagaimana seseorang mengendalikan diri. "Kamu mengambil tanggung jawab atas tindakan, pikiran, dan perasanmu sendiri dalam merespon situasi," ujarnya.

Jati menuturkan, Allah dalam hidup ini memberi keleluasaan umat mengikutnya tanpa terpaksa, dengan penuh kerelaan. "Apa yang dilakukan Allah akan menaruh Hukum-Nya dalam hati, dan menuliskannya ke dalam akal budinya," ungkapnya.

Memaknai jalan salib, kata dia, Yesus dijatuhi hukuman disalibkan, karena bentuk persekongkolan orang Romawi dan ahli agama Yahudi. "Yesus mengambil tanggung jawab yang jadi hidup kita," ujarnya.

Ia menjelaskan, Mel Robbins mengajak untuk bersikap Bodoh Amat, namun apa yang baik supaya tetap dilakukan. "Apa yang baik lakukanlah, marilah kita saling memperhatikan, meski orang lain tidak memperhatikan kita," ungkapnya.

Hal itu membuatnya akan tahu, karena ada yang diluar kendalinya. Jumat Agung ini mengajarkan tiga hal, Yo Wis Ben, Tak Lakoni, dan Pasrah Marang Gusti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....