BMKG: Waspada Musim Kemarau 2026 di Jateng Lebih Panjang dan Kering
- 02 Apr 2026 14:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprakirakan musim kemarau di Jawa Tengah pada tahun 2026 akan berlangsung lebih panjang. Kondisi ini diprediksi jauh lebih kering jika dibandingkan dengan periode kemarau pada tahun sebelumnya.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto menjelaskan fenomena ini dipicu dinamika atmosfer global. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh adanya indikasi fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga sedang yang melanda wilayah tersebut.
Giyarto menerangkan, awal musim kemarau di beberapa wilayah Jawa Tengah diperkirakan mulai terjadi pada dasarian ke-2 bulan April 2026. Namun, ia menekankan bahwa setiap daerah memiliki waktu transisi yang berbeda-beda tergantung pada letak geografisnya.
“Di Jawa Tengah ini masing-masing (daerah) tidak sama, karena zona musimnya untuk wilayah-wilayah itu berbeda juga. Bahkan di satu kabutan atau kota itu berbeda,” kata Giyarto kepada rri.co.id pada Kamis 2 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, dampak dari El Nino “Godzila” ini akan memberikan efek yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya di Indonesia. Hal itu menurutnya terjadi karena wilayah nusantara memiliki keberagaman dalam karakteristik curah hujan.
Musim kemarau dan musim hujan, jelas Giyarto, secara umum memang lebih besar dipengaruhi oleh pergerakan Monsun, baik dari Asia maupun Australia. “Untuk wilayah-wilayah lain ada yang ekuatorial, kemudian di wilayah Indonesia bagian timur pengaruhnya adalah lokal,” jelasnya
Berdasarkan pemetaan BMKG, sebagian wilayah Kabupaten Demak, Jepara, Pati, dan Blora akan lebih dulu mengalami kekeringan, disusul wilayah Rembang secara keseluruhan. Kondisi kekeringan ini diprediksi akan terus meluas secara bertahap menuju wilayah bagian barat dan pegunungan tengah.
“April I atau dasarian awal ini mereka sudah mulai kelihatan lebih kering. Nanti dasarian April berikutnya disusul oleh Blora bagian timur, sebagian Kudus, Demak bagian selatan, Purworejo dan Wonogiri. Nanti disusul lagi disusul lagi semakin ke barat semakin ke barat lalu ke pegunungan tengah,” ungkapnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....