Efisiensi Bukan Berarti Pelit, Akademisi Semarang Ajak Kelola Prioritas

  • 02 Apr 2026 10:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Pemerintah mulai memperketat efisiensi belanja negara sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian ekonomi global. Langkah penghematan nasional ini tidak hanya menyasar sektor birokrasi, tetapi juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih tertata dan efektif.

Kebijakan ini mencakup penataan ulang anggaran perjalanan dinas serta pemanfaatan teknologi digital untuk mengurangi beban operasional di berbagai instansi. Hal ini dilakukan guna memastikan anggaran negara tetap sehat dan dapat dialokasikan pada sektor-sektor yang lebih prioritas.

Akademisi dari Universitas Negri Semarang (Unnes) Rini Susanti Wulandari, menilai langkah penghematan ini harus dilihat sebagai momentum untuk memperbaiki budaya kerja dan pola konsumsi di masyarakat.

“Sebenarnya penghematan nasional itu soal gimana kita ngatur ulang pola pikir aja. Di kampus misalnya, kita sekarang mulai maksimalin koordinasi lewat daring yang jauh lebih hemat waktu dan ongkos. Jadi ini bukan Cuma soal potong anggaran, tapi belajar gimana caranya tetap produktif dengan apa yang ada,” ujarnya menanggapi kebiiajakn efisiensi anggaran belanja negara Rabu 2 April 2026.

Menurutnya, selain aspek birokrasi, Ia juga menyoroti pentingnya peran manajemen domestik dalam mendukung stabilitas ekonomi.Penghematan nasional harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga, melalui cara-cara yang sederhana namun berdampak besar.

“Sebagai ibu rumah tangga, saya melihat ini jadi tantangan buat lebih pinter ngelola kebutuhan harian. Hemat itu bukan berarti kita jadi serba kekurangan ya, tapi lebih ke arah milih-milih lagi. Mana yang beneran butuh, mana yang Cuma laper mata. Kita kurangi yang berlebihan, mulai dari pakai listrik sampai belanja dapur,” jelasnya.

Rini Susanti menekankan, optimalisasi teknologi menjadi kunci utama dalam mendukung gerakan hemat ini. Dengan digitalisasi, banyak proses yang sebelumnya memakan biaya besar kini bisa dilakukan dengan lebih praktis tanpa mengurangi kualitas hasil. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....