Lima Hari Mengungsi, Ibu-Ibu Korban Banjir Kota Pekalongan Rindu Pulang

  • 31 Mar 2026 14:54 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Tanggul sungai Bremi Jebol
  • Pengungsi ingin cepat oulang

RRI CO.ID, Pekalongan - Memasuki hari kelima pascabanjir, sejumlah ibu-ibu pengungsi di Kelurahan Pasirkratonkramat, Kota Pekalongan, mengaku sudah tidak betah berada di tempat pengungsian. Mereka berharap kondisi segera membaik agar bisa kembali ke rumah masing-masing secepatnya.

Sejak banjir merendam permukiman pada Rabu, 26 Maret lalu, sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah demi keselamatan jiwa. Hingga Selasa 31 Maret 2026, air belum juga berangsur surut di beberapa titik sehingga warga belum memungkinkan untuk kembali.

Warga mulai memadati posko pengungsian sejak Jumat, 27 Maret 2026, menyusul meningkatnya debit air yang menggenangi permukiman di wilayah Pasirsari. Hal ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Bremi yang tidak kuat menahan kiriman air.

Salah satu pengungsi asal Pasirsari, Eni mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap kondisi rumah yang ditinggalkan. Ia mengaku merasa tidak nyaman jika harus tinggal terlalu lama di lokasi pengungsian sementara.

“Sudah lima hari di sini, rasanya kangen rumah. Walaupun kondisi rumah belum tentu sudah bersih, tapi tetap ingin cepat pulang,” ujarnya Selasa 31 Maret 2026.

Hal serupa juga disampaikan pengungsi lainnya, warga Dukuh Randujajar, Supinah. Ia berharap genangan air segera surut sepenuhnya agar beban psikis para pengungsi bisa berkurang.

Selain rindu suasana rumah, warga juga ingin kembali menjalani aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari seperti biasa. Supinah pun menyoroti perlunya solusi jangka panjang terkait infrastruktur penahan air di wilayah tersebut.

"Harapannya itu supaya dibangun tanggul permainan supaya tidak sering jebol, dan sering mengungsi," terangnya.

Menurut para pengungsi, kondisi di tempat penampungan memang terpantau cukup aman dan terkendali. Namun, keterbatasan ruang gerak serta fasilitas pendukung membuat mereka merasa kurang nyaman, terutama bagi ibu-ibu yang membawa anak kecil.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto menjelaskan, hingga hari ini jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian tercatat sebanyak 254 jiwa. Jumlah tersebut berasal dari sedikitnya 87 Kepala Keluarga (KK).

“Alhamdulillah tanggul Pabean sudah diperbaiki, tinggal dirapikan saja. Mudah-mudahan tidak jebol lagi. Saat ini kita tinggal menunggu surutnya air di wilayah Pasirsari dengan bantuan pompa,” jelas Budi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....