Hijaukan Kembali Pesisir Pekalongan, Ribuan Mangrove Ditanam di Mulyorejo

  • 31 Mar 2026 10:45 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Tanam Mangrove
  • Bangkit Bersama, Hijaukan Kembali Pesisir Kita

RRI.CO.ID, Pekalongan -Kawasan Ekowisata Mangrove Mulyoasri, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menjadi lokasi aksi penanaman mangrove besar-besaran. Langkah ini diambil untuk memulihkan ekosistem pesisir yang terdampak banjir rob.

Kegiatan ini mengusung tema "Bangkit Bersama, Hijaukan Kembali Pesisir Kita". Program tersebut merupakan respon konkret terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah pesisir Pekalongan akibat fenomena pasang air laut beberapa waktu lalu.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah, Gunawan menyampaikan Kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-43 yang jatuh pada 16 Maret 2026, sekaligus momentum halal bihalal di bulan Syawal.

“Total rencana penanaman sekitar 20 ribu bibit mangrove. Hari ini ditanam sekitar 3 ribu bibit, dan kemarin juga sudah dilakukan penanaman 3 ribu bibit,” ujarnya.di sela kegiatan, Selasa 31 Maret 2026.

Menurutnya, penanaman difokuskan pada area yang terdampak banjir rob, di mana banyak mangrove muda mengalami kematian. Sementara tanaman yang sudah besar dinilai masih mampu bertahan. “Yang mati kita tanami ulang. Ini untuk mengembalikan ekosistem hutan mangrove yang terdampak banjir,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi tata air, serta memberikan nilai ekonomi melalui pengembangan wisata dan usaha produktif masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melindungi mangrove yang sudah ada. Harapannya, Mulyorejo bisa menjadi percontohan pengelolaan mangrove yang lestari,” tambahnya.

Sementara itu, Humas Ekowisata Mangrove Mulyoasri, Saniya, menyebut kegiatan ini menjadi titik awal kebangkitan kembali aktivitas kawasan wisata yang sempat terhenti akibat banjir selama sekitar 40 hari, serta berlanjut pada masa Ramadan.

“Kegiatan ini bisa dibilang sebagai ‘reborn’. Setelah banjir, banyak bibit mangrove mati, sekarang kita mulai lagi dengan penanaman ulang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi kawasan masih dalam tahap pemulihan. Sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, termasuk tanggul yang sempat jebol dan hingga kini belum sepenuhnya diperbaiki.

Selain itu, akses menuju lokasi juga masih menjadi kendala. Kendaraan roda empat seperti mobil dan bus belum dapat menjangkau area wisata, padahal sebelumnya kawasan ini kerap dikunjungi pelajar.

“Ini menjadi PR bersama, baik kelompok, masyarakat, maupun pemerintah, agar akses bisa segera diperbaiki sehingga pengunjung lebih mudah datang,” ujarnya.

Saniya berharap, bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

“Kita memang tidak bisa melawan alam sepenuhnya, tapi setidaknya bisa meminimalisir dampaknya. Semoga ke depan kegiatan di sini semakin aktif dan hal-hal buruk tidak terulang lagi, khususnya di Desa Mulyorejo,” pungkasnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya CDK Wilayah IV, Kelompok Tani Hutan Benowo Sekar, Pemerintah Desa Mulyorejo, DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi B, LPPNU, kelompok tani Api-api, kelompok tani Wonokerto, kader konservasi alam, Lintas Komunitas Peduli Pekalongan (LKPP), serta masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....