Program Janur Melengkung, Catin di Rembang Wajib Tanam Pohon sebelum Akad Nikah
- 30 Mar 2026 14:04 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, menghadirkan inovasi bagi pasangan calon pengantin (catin) melalui program Janur Melengkung (Jaga Nusantara, Keluarga Peduli Lingkungan). Program ini mengajak setiap pasangan menanam pohon sebelum melangsungkan akad nikah.
Inisiatif tersebut tidak hanya menjadi simbol komitmen dalam membangun rumah tangga, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Pohon yang ditanam diharapkan tumbuh seiring perjalanan kehidupan pasangan suami istri.
Kepala KUA Kecamatan Sumber, Djabar Alif, menjelaskan, program ini merupakan implementasi konsep ekoteologi yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia. “Jangan sampai lingkungan rusak karena ulah manusia,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.
Menurut Djabar, keseimbangan antara nilai keimanan dan tindakan nyata dalam menjaga alam perlu terus ditanamkan. Salah satunya melalui momentum pernikahan.
Dalam pelaksanaannya, setiap catin yang mendaftar dianjurkan menanam pohon berkayu keras sebelum hari pernikahan. Lokasi penanaman dapat dilakukan di lingkungan rumah mempelai pria maupun wanita.
Sebagai bentuk komitmen, pasangan diminta mendokumentasikan proses penanaman dalam bentuk video, kemudian diserahkan kepada pihak KUA sebagai bukti pelaksanaan program. “Sebelum akad nikah dilaksanakan, dokumentasi penanaman pohon sudah kami terima sebagai tanda program ini benar-benar dijalankan,” kata Djabar.
Bibit pohon disiapkan secara mandiri oleh pasangan, sehingga memiliki nilai personal. Proses menanam dan merawat pohon tersebut diharapkan menjadi simbol perjalanan kehidupan rumah tangga yang tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu.
Program ini mendapat apresiasi dari Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Moh. Mukson. Ia menilai inovasi tersebut sebagai langkah positif dalam mengintegrasikan nilai keagamaan dengan pelestarian lingkungan.
“Kami mengapresiasi inisiatif KUA Sumber sebagai tindak lanjut program ekoteologi. Ini sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan yang terus didorong Kementerian Agama,” ujarnya.
Mukson berharap program Janur Melengkung dapat menjadi contoh dan diadopsi oleh KUA lain di Kabupaten Rembang. Dengan demikian, gerakan peduli lingkungan semakin meluas di tengah masyarakat. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....