Manfaatkan 8,6 Hektare Lahan, Lapas Kendal Rintis Usaha Pertanian hingga Perikanan

  • 30 Mar 2026 09:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal mulai merintis usaha pertanian, perikanan dan peternakan pada 2026. Usaha akan dilakukan di lahan seluas 8,6 hektar yang berada di Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon Kendal.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Ary Darwanto mengatakan, lahan tersebut dimanfaatkan untuk budidaya tambak ikan, peternakan, dan pertanian. "Ada budaya ikan nila, bandeng dan kepiting," ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.

Ary mengatakan, budidaya ternak yang sedang dijalankan yakni bebek petelur, entok dan ayam jawa super, sedangkan usaha pertanian di antaranya tanaman jagung dan singkong. "Bebek petelur ada 1.400 ekor," katanya.

Terkait dengan tenaga pengelola lahan, Lapas Kendal melibatkan para warga binaan yang sedang menjalani asimilasi. Sementara ini ada 20 warga binaan yang mengelola lahan. "Tenaganya itu warga binaan yang sedang menjalani asimilasi, yang masa hukumnya tinggal beberapa bulan," ujarnya.

Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal yang berada di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon sudah lama mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan. Dalam pemanfaatan lahan, pihak Lapas memberdayakan warga binaan untuk mengelola pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Roni Darmawan mengatakan, Lapas Terbuka Kendal secara keseluruhan memiliki potensi lahan pertanian mencapai 100 hektare yang lokasinya tersebar di beberapa titik. Untuk ketahanan pangan, saat ini terdapat sekitar 7 hektare lahan jagung yang digarap langsung oleh 55 warga binaan.

"Penggarapan lahan dikerjakan sendiri oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Tujuannya, setelah keluar dari lapas, para warga binaan sudah memiliki keterampilan di bidang pertanian, sehingga bisa kembali beraktivitas di masyarakat dan mandiri," ujarnya.

Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, selain tanaman jagung, juga memelihara ternak domba, sapi, ayam petelur, budidaya ikan dan berbagai jenis sayuran. Budidaya yang terbaru adalah pengembangan melon, kerja sama dengan pihak ketiga. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....