Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa MI Tegaldowo Belajar di Musala akibat Banjir

  • 30 Mar 2026 09:20 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Dampak Tanggul Jebol
  • Sungai Bremi
  • MIS Tegaldowo

RRI.CO.ID, Pekalongan – Hari pertama masuk sekolah pascalibur Idulfitri 1447 Hijrah, Siswa Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Tegaldowo harus menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di musala desa setempat, Senin 30 Maret 2026. Hal ini dilakukan karena gedung sekolah mereka masih tergenang banjir.

Kondisi banjir yang merendam ruang kelas membuat proses belajar tidak memungkinkan dilakukan di lingkungan sekolah. Hingga hari kelima, ketinggian air di dalam gedung sekolah bahkan mencapai sekitar 65 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.

Kepala MI Tegaldowo, Muhammad Yasin Yusuf, mengatakan pihak sekolah terpaksa memindahkan sementara kegiatan belajar ke musala demi memastikan siswa tetap mendapatkan pembelajaran. “Untuk sementara kegiatan belajar kami alihkan ke mushola Mukomul Muhtadin dan musholah Nurul hidayah desa, karena ruang kelas masih tergenang air cukup tinggi, sekitar 65 sentimeter,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun dalam kondisi terbatas, ratusan siswa tetap mengikuti pelajaran dengan antusias. Guru juga berupaya menyesuaikan metode pembelajaran agar tetap berjalan efektif di tengah keterbatasan fasilitas.

Banjir yang melanda wilayah Tegaldowo merupakan dampak dari jebolnya tanggul Sungai Bremi beberapa hari lalu. Hingga kini, genangan air di sejumlah titik masih belum sepenuhnya surut.

Pihak sekolah berharap kondisi segera membaik agar kegiatan belajar dapat kembali dilaksanakan di gedung sekolah seperti biasa. Selain itu, mereka juga berharap adanya bantuan untuk mempercepat penanganan banjir.

Pendidik dan siswa berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat. Fasilitas pendidikan diharapkan tidak terlalu lama terdampak, sehingga proses belajar anak-anak dapat kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....