Lebaran Dongkrak Ekonomi Jateng, Omzet Pedagang hingga Objek Wisata Melonjak
- 27 Mar 2026 18:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Arus mudik dan balik Lebaran 2026 membawa dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi di Jawa Tengah. Lonjakan mobilitas pemudik turut mendorong peningkatan omzet pedagang hingga kunjungan wisata di berbagai daerah.
Di sepanjang jalur strategis, aktivitas ekonomi terlihat semakin menggeliat. Warung makan, pedagang kaki lima, hingga destinasi wisata ramai diserbu pemudik yang melintas maupun singgah.
Salah satu pelaku usaha, Sapta Aprilia, pengelola Rumah Makan Ayam Goreng Bu Toha cabang Tuntang, Kabupaten Semarang, merasakan lonjakan signifikan. Usahanya yang berada di jalur Exit Tol Salatiga hampir tak pernah sepi sejak arus balik dimulai.
Ia menyebut peningkatan omzet mencapai sekitar 100 persen dibanding hari biasa, yang ditandai dengan padatnya area parkir setempat. Adapun, menu sederhana seperti ayam goreng hingga tahu tempe tetap menjadi pilihan favorit para pelintas.
"Tambah dua pegawai harian, yang tetap ada tiga,” ujarnya.
Hal serupa dialami Harnanto, pedagang mie ayam dan bakso di jalur Semarang–Solo wilayah Tuntang. Volume penjualan mie meningkat tajam dari rata-rata 5–7 kilogram menjadi sekitar 25 kilogram selama musim Lebaran.
Ia mengaku kewalahan melayani pembeli yang terus berdatangan sejak H+1 Lebaran. Permintaan bakso pun meningkat pesat hingga stok harus terus ditambah secara berkala.
"Kalau bakso saya tidak hitung detail karena stoknya banyak, habis ambil lagi, habis ambil lagi," imbuhnya.
Di sektor kafe dan restoran, lonjakan pengunjung didominasi reservasi kelompok untuk kegiatan halalbihalal dan reuni keluarga. Manager Reinz Cafe dan Resto di Demak, Aziz, menyebut jadwal reservasi telah penuh hingga beberapa hari ke depan.
Tak hanya kuliner, sektor pariwisata juga mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran. Sejumlah destinasi unggulan di Jawa Tengah dipadati wisatawan dari berbagai daerah.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah mendorong optimalisasi potensi ekonomi selama arus mudik. Ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan UMKM untuk melayani kebutuhan pemudik.
Menurutnya, pergerakan jutaan orang selama Lebaran harus dimanfaatkan sebagai peluang meningkatkan perputaran ekonomi daerah. Pemerintah berharap momentum ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Jawa Tengah.
"Jawa Tengah itu sentralnya Jawa. Kami siapkan infrastruktur hingga UMKM di tempat strategis agar kebutuhan dasar pemudik terlayani. Silakan belanjakan uang saku di Jawa Tengah,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....