Jejak dan Dedikasi Michael Bambang Hartono, Kenangan Mendalam Gubernur Jateng

  • 24 Mar 2026 19:53 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kepergian Michael Bambang Hartono meninggalkan duka mendalam bagi berbagai kalangan, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi mengenang almarhum sebagai sosok besar yang memberi kontribusi luas bagi daerah dan nasional.

Ahmad Luthfi hadir langsung melayat saat jenazah disemayamkan di Gedung Olahraga PB Djarum, Jati, Kabupaten Kudus, Selasa 24 Maret 2026. Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada tokoh bisnis yang berpengaruh tersebut.

Ratusan pelayat dari berbagai latar belakang tampak memadati lokasi persemayaman. Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir dalam suasana khidmat dan penuh haru.

Sebelumnya, jenazah tiba di Kudus pada Minggu 22 Maret 2026 malam setelah sempat disemayamkan di Jakarta. Kedatangan peti jenazah disambut keluarga, kerabat, serta karyawan dengan suasana duka yang mendalam.

Persemayaman di Kudus berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Maret 2026. Masyarakat umum diberikan kesempatan untuk melayat sebelum prosesi pemakaman yang direncanakan digelar di Rembang, Rabu 25 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya tokoh nasional asal Jawa Tengah itu. Ia menilai sosok almarhum memiliki peran besar, tidak hanya di dunia usaha, tetapi juga bagi masyarakat.

“Kita sangat kehilangan tokoh nasional, pengusaha nasional dari wilayah kita. Ini menjadi duka yang mendalam,” ujarnya.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Jawa Tengah, Luthfi juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ia mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima.

“Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah bersama seluruh masyarakat, khususnya Kudus, mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah beliau diterima,” katanya.

Luthfi mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik dan berdedikasi tinggi dalam pembangunan. Kontribusinya dinilai terus dirasakan hingga kini melalui berbagai program yang berjalan.

Ia mencontohkan dukungan Djarum terhadap program sosial, termasuk mudik gratis dan pengembangan ekonomi hijau. Menurutnya, kiprah tersebut menunjukkan peran besar perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan.

“Hari ini sejak saya menjadi Gubernur, melalui Pak Bupati, program mudik gratis juga didukung Djarum. Termasuk pengembangan green economy, Djarum menjadi salah satu yang mendunia,” ujarnya.

Sebagai informasi, Bambang Hartono wafat pada Kamis 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, dunia usaha, dan masyarakat luas.

Semasa hidup, ia dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia bersama saudaranya, Robert Budi Hartono. Keduanya membesarkan Grup Djarum menjadi perusahaan besar yang merambah berbagai sektor.

Tak hanya di bisnis, almarhum juga dikenal sebagai filantropis dan pecinta olahraga. Melalui PB Djarum dan Djarum Foundation, ia berkontribusi melahirkan atlet bulu tangkis berprestasi serta menjalankan program sosial di bidang pendidikan dan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....