Nyepi dan Lebaran Berdekatan, Semarang Tetap Kondusif dan Toleran

  • 20 Mar 2026 10:25 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Semarang pascaperayaan Hari Raya Nyepi hingga menjelang Idulfitri 2026 terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas di sejumlah titik utama juga relatif lancar tanpa kepadatan berarti, Jumat, 20 Maret 2026.

Kanit Kamsel Polrestabes Semarang, AKP Darmin, menyampaikan situasi lalu lintas di kawasan pusat kota seperti Simpang Lima masih cenderung lengang. Kondisi ini diperkirakan karena masyarakat masih fokus pada persiapan menyambut Lebaran di lingkungan masing-masing.

Dari sisi pengamanan, kepolisian telah melakukan berbagai langkah antisipatif melalui koordinasi lintas sektor bersama instansi terkait. Upaya tersebut meliputi survei jalur mudik, pengecekan kondisi jalan, serta ramp check kendaraan dan kesehatan pengemudi.

“Secara umum kondisi jalan cukup baik dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas juga cukup tinggi, sehingga arus mudik sejauh ini berjalan aman, lancar, dan tertib,” ujarnya saat diwawancarai RRI.

Meski demikian, sejumlah titik rawan kepadatan masih berada di jalur utama Pantura, seperti kawasan Mangkang hingga Kalibanteng. Kepolisian juga telah menerapkan rekayasa lalu lintas dan menempatkan personel di titik strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyalakan petasan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan membahayakan keselamatan. Kepolisian juga menyediakan layanan informasi berbasis aplikasi untuk membantu masyarakat mengakses informasi jalur mudik dan kondisi lalu lintas.

Sementara itu, Pengamat Sosial Universitas Katolik Soegijapranata, Hermawan Pancasiwi, menilai momentum berdekatan antara Nyepi dan Idulfitri menjadi peluang untuk memperkuat toleransi antarumat beragama. Ia juga mengapresiasi kinerja aparat keamanan yang dinilai mampu menjaga situasi tetap kondusif di tengah padatnya agenda perayaan keagamaan.

“Saya memberikan apresiasi kepada aparat yang bertugas karena bekerja sangat keras. Momentum ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat dapat hidup berdampingan dalam perbedaan,” ujarnya.

Menurutnya, kedekatan waktu perayaan Nyepi, Idulfitri, serta persiapan Paskah di gereja menjadi cerminan kuatnya toleransi di Kota Semarang. Ia berharap sinergi antara aparat dan masyarakat terus terjaga sehingga perayaan Idulfitri dapat berlangsung aman, tertib, dan damai.

“Kita bisa merasakan bahwa Semarang adalah kota yang toleran. Perayaan ini menjadi kebahagiaan bersama bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....