Lebaran Duluan, Warga Muhammadiyah Batang Junjung Toleransi
- 20 Mar 2026 09:43 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang — Warga Muhammadiyah di Kabupaten Batang melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada Jumat, 20 Maret 2026. Ribuan jamaah memadati Lapangan Dracik Kampus Proyonanggan Selatan untuk mengikuti ibadah dengan khusyuk, dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi di tengah perbedaan penetapan hari raya.
Salat Idulfitri dipimpin Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang, Ahmad Baedhowi Ali, yang juga bertindak sebagai khatib. Dalam khotbahnya, ia mengangkat pentingnya menjaga kelestarian alam serta menanamkan nilai toleransi di tengah perbedaan.
Sekitar 2.000 jemaah mengikuti pelaksanaan salat hingga khotbah. Dalam pesannya, Ahmad Baedhowi Ali mengajak umat untuk tetap menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan dalam penetapan Idulfitri.
Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dan justru menjadi sarana pendewasaan umat. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan tidak saling mengganggu dalam menjalankan ibadah.
“Justru dengan adanya perbedaan, umat menjadi semakin dewasa. Yang penting adalah saling menghormati, tidak saling mengganggu, bahkan saling membantu,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan sinergi antarorganisasi seperti Banser dan Kokam dalam membantu pengamanan kegiatan ibadah. Hal itu menjadi bentuk nyata toleransi di lapangan.
Ahmad Baedhowi Ali menambahkan, perbedaan merupakan ketetapan Allah SWT yang tidak dapat dihindari. Ia pun mengucapkan selamat Idulfitri 1447 Hijriah serta mengajak umat untuk saling memaafkan.
Di Kabupaten Batang, pelaksanaan Salat Idulfitri Muhammadiyah digelar di tujuh titik. Ketujuh titik tersebut, yakni Lapangan Dracik Kampus, GOR Sarengat, Parkir Timur Sendang Sari, Lapangan SD Karangasem, Perum Villa Saputra, Masjid Bustanul Jannah, dan Masjid At-Tanwir.
Jamaah yang hadir di Lapangan Dracik berasal dari berbagai wilayah seperti Dracik, Pasekaran, Sambong, dan Wirosari. Seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan tertib.
Menariknya, sejumlah tenaga kesehatan dari RS QIM Batang turut melaksanakan salat di sela tugasnya. Salah satu perawat, Ani, mengaku bersyukur tetap dapat menjalankan ibadah meski sedang bertugas.
“Alhamdulillah teman-teman bisa saling membantu menggantikan sejenak. Saya bertugas sejak malam dan setelah ini kembali ke ruang perawatan,” ujarnya.
Ia pun berharap perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri tidak menimbulkan perpecahan di tengah umat Islam. Semoga perbedaan ini tidak membuat umat terpecah belah,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....