Khotbah Idulfitri, Prof Rozihan Ajak Perbanyak Sedekah di Bulan Syawal
- 20 Mar 2026 10:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Prof. Rozihan, mengajak umat Muslim untuk memperbanyak sedekah pada bulan Syawal usai menjalani ibadah puasa Ramadan. Hal tersebut disampaikannya dalam khotbah Salat Idulfitri di halaman parkir Rumah Sakit Roemani Semarang, Jumat, 20 Maret 2026.
Ribuan warga Muhammadiyah memadati lokasi sejak pukul 06.00 WIB. Pelaksanaan salat dimulai pukul 06.30 WIB dengan Prof. Rozihan bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam khutbahnya, Prof. Rozihan menegaskan, ketakwaan tidak hanya diukur dari pelaksanaan ibadah ritual. Akan tetapi, juga dari kepedulian sosial dan kedermawanan.
Ia menyebut indikator diterimanya puasa adalah meningkatnya kualitas takwa hingga mencapai tingkat terbaik atau Al-Atqa. “Indikator puasa kita diterima adalah ketika takwa kita naik menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13 disebutkan, orang yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa. Oleh karena itu, umat Islam didorong untuk terus meningkatkan derajat takwa, tidak hanya dalam aspek formal ibadah.
Lebih lanjut, ia mengutip Surah Al-Lail ayat 17–18 yang menggambarkan ciri orang bertakwa tingkat tinggi, yakni mereka yang dijauhkan dari api neraka dan termasuk golongan penghuni surga. Namun, menurutnya, indikator utama dari Al-Atqa bukan terletak pada banyaknya ibadah sunnah, melainkan pada keikhlasan dalam berbagi kepada sesama.
“Orang yang paling bertakwa adalah mereka yang mudah bersedekah. Yang dalam bahasa Jawa disebut ‘nyah-nyoh’, ringan tangan membantu sesama,” katanya.
Ia menegaskan, kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam kesempurnaan ibadah. Dalam banyak ayat Al-Qur’an, perintah salat kerap disandingkan dengan zakat dan infak.
Ia mangatakan hal ini menunjukkan keterkaitan antara ibadah spiritual dan sosial. “Mendirikan salat dan menunaikan zakat menunjukkan bahwa kesempurnaan ibadah tidak bisa dipisahkan dari berbagi,” ucapnya.
Sementara itu, panitia pelaksana Salat Idulfitri di halaman parkir RS Roemani, Slamet Widodo, menyebut jumlah jemaah yang hadir mencapai sekitar 3.000 orang. Para jemaah berasal dari wilayah sekitar RS Roemani.
Ia menambahkan, panitia juga menyiapkan jalur khusus bagi ambulans dan pasien. Mengingat kegiatan berlangsung di lingkungan rumah sakit, sehingga pelayanan harus tetap berjalan optimal.
“Alhamdulillah, kami sudah mengatur agar akses pasien dan jemaah tetap tertata dengan baik. Ambulans juga tetap bisa melintas tanpa kendala, sehingga pelayanan rumah sakit tetap berjalan maksimal,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....