Sehari sebelum Nyepi, Umat Hindu di Magelang Gelar Mecaru

  • 19 Mar 2026 08:38 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Mecaru
  • Nyepi 1948 Caka
  • Tawur Kesanga
  • catur berata penyepian
  • Pura Wira Bhuana

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang- Satu hari menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Magelang menggelar upacara Mecaru atau Tawur Kesanga, Upacara Mecaru tersebut berlangung di halamam Pura Wira Bhuana, kompleks Akademi Militer Magelang, Rabu, 18 Maret 2026.

“Upacara Mecaru ini merupakan persembahan kepada bhuta kala untuk kembali ke alamnya. Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian Nyepi yang diawali dari pawai ogoh-ogoh pada Sabtu, 14 Maret 2026 lalu,”kata anggota bidang Pendidikan, Parisada Hindu Dharma (PHDI) Kabupaten Magelang Nyoman Sudarma.

Nyoman mengatakan, upacara tersebut menjadi bagian dalam upaya penyucian alam dan diri sebelum umat Hindu menjalani catur berata penyepian selama 24 jam penuh. Selain itu, merupakan persembahan kepada bhuta kala agar kembali ke asalnya dan tidak mengganggu umat Hindu saat menjalankan tapa berata penyepian.

Menurutnya, selama menjalankan tapa berata penyepian, umat Hindu menjalankan catur berata penyepian. Yakni, empat pantangan utama, amati geni ( tidak menyalakan api), amati karya ( tidak bekerja), amati lelungan ( tidak bepergian) dan amati lelanguan. ( tidak bersenang-senang).

” Selain itu, juga termasuk di dalamnya menghargai waktu dan kesempatan sebaik-baiknya untuk kebaikan. Bagi umat yang mampu juga ada yang melalukan mona berate atau tidak berbicara,’imbuhnya

Terakhir, amati lelanguan atau tidak berhura-hura maupun bersenang-senang. Namun, bagi umat yang mampu, ada pula mona brata atau tidak.

Pada Mecaru tersebut, juga dilakukan pangerupukan ( pengusiran) butha kala. Caranya dilakukan dengan membakar tiga ogoh-ogoh yang sebelumnya diarak dalam pawai.

Sementara itu, Penasihat PHDI Kabupaten Magelang I Gede Suwarti menjelaskan makna inti dari Nyepi sendiri. Bukan sekadar menahan aktivitas fisik, melainkan juga lebih pada pengendalian hawa nafsu dan introspeksi diri.

“Saat melakukan tapa berata penyepian, dalam amati geni bukan hanya api secara fisik, melainkan api dalam diri manusia. Bagaimana kita mengendalikan diri," katanya,

Ia menambahkan, meskipun Nyepi tahun ini bersamaan dengan berdekatan dengan momen takbiran Lebaran yang dilaksanakan umat muslim, tetapi umat Hindu tidak merasa tidak ada gangguan dalam menjalankan tapa berate penyepian. Hal ini dinilai sebagai bagian dari keberagaman di Indonesia. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....