Pantau Harga Bapok H-2 Lebaran, Gubernur Jateng Klaim Masih Terkendali

  • 18 Mar 2026 20:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan pasokan dalam kondisi aman pada H-2 lebaran. Kepastian itu diperoleh setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung memantau pasar Bunder, Kabupaten Sragen, pada Rabu, 18 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas Pasar Bunder tampak ramai oleh pembeli. Peningkatan transaksi terlihat pada sejumlah komoditas pangan seiring mendekatnya Lebaran.

Di sela kunjungan, Ahmad Luthfi berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli. Ia menanyakan harga, memastikan ketersediaan barang hingga memborong dagangan pedagang.

“Pemprov punya aplikasi Siaga untuk memantau harga, tapi itu tidak cukup. Kita harus cek langsung di lapangan, apalagi mendekati H-2 Lebaran untuk memastikan tidak ada gejolak harga,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, stabilitas harga ditentukan oleh dua faktor utama, yakni ketersediaan dan keterjangkauan. Kedua aspek tersebut saat ini dinilai masih terjaga dengan baik.

Ia menjelaskan, jika terjadi kenaikan harga, hal itu masih dalam batas wajar akibat meningkatnya permintaan. Kondisi tersebut dinilai sebagai dinamika pasar yang lazim menjelang hari besar.

Sebagai contoh, harga cabai rawit yang sebelumnya mendekati Rp100.000 per kilogram kini turun ke kisaran Rp70.000. Sementara, harga daging sapi berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram dan masih tergolong normal.

Untuk komoditas beras, harga di Pasar Bunder terpantau stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi. Adapun bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan bertahap akibat faktor distribusi dan permintaan selama Ramadan.

Secara umum, kondisi harga bahan pokok masih terkendali tanpa lonjakan signifikan. Pasokan barang di pasar juga dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Ahmad Luthfi mengaku pemerintah akan segera melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga di pasar tertentu. Langkah tersebut dilakukan melalui dinas terkait dan BUMD pangan.

“Begitu ada kenaikan di salah satu pasar, langsung kita intervensi melalui dinas terkait dan BUMD agar tidak terjadi lonjakan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Julie Emmy, menyebut harga komoditas penyumbang inflasi relatif stabil. Bahkan, beberapa komoditas seperti cabai rawit merah mengalami penurunan harga.

Ia menambahkan, stok beras baik premium maupun medium dalam kondisi aman. Ketersediaan Minyakita juga terus dipasok oleh Bulog ke berbagai pasar.

Pengendalian harga dilakukan tidak hanya melalui aplikasi pemantauan, tetapi juga pengecekan langsung di lapangan. Selain itu, intervensi pasar digelar melalui PT Jateng Agro Berdikari dan program Gerakan Pangan Murah.

Direktur PT Jateng Agro Berdikari, Totok Siswanto, menyampaikan bahwa monitoring harga dilakukan setiap hari di 35 kabupaten/kota. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah intervensi pasar.

“Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, kami langsung turun melalui operasi pasar. Seperti saat harga cabai sempat di atas Rp 100.000 per kilogram, dilakukan intervensi sehingga harga bisa kembali ditekan,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....