Internasionalisasi Lulusan, Dosen UiTM Malaysia Uji Tesis Mahasiswa USM

  • 18 Mar 2026 10:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Program Studi Magister Hukum Pascasarjana Universitas Semarang (USM) terus memperkuat langkah internasionalisasi lulusannya. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Dr. Muhammad Umar Bin Abdul Razak, dosen dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, sebagai penguji eksternal dalam ujian tesis tiga mahasiswa pascasarjana di Kampus Pascasarjana USM, Rabu 18 Maret 2026.

Ketiga mahasiswa yang menjalani ujian tersebut yakni Stefanus Aldo Prasahastama SH, Yazid Kurniawan SH, dan Sukamto. Salah satu mahasiswa, Sukamto, berhasil mempertahankan tesisnya yang mengangkat isu krusial mengenai tata kelola profesi hukum dengan judul ''Kewenangan Majelis Pengawas Daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dalam Rangka Tata Kelola Protokol Notaris''..

Ketua Program Studi Magister Hukum Pascasarjana USM, Dr. Endah Puji Astuti SH MH, menegaskan pelibatan penguji internasional merupakan strategi utama dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa. Upaya ini diharapkan dapat memberikan standar global pada hasil penelitian mahasiswa magister hukum.

''Tugas akhir yang diuji oleh penguji eksternal sangat penting, Magister Hukum akan memulai aktivitas internasionalisasi sebagai daya dukung pengembangan ilmu pengetahuan yang dipahami pada mahasiswa,'' ujar Dr. Endah Puji Astuti dalam keterangan tertulisnya.

Direktur Pascasarjana USM, Dr. Muhammad Junaidi, SHI MH, menambahkan pihaknya terus mendorong mahasiswa untuk bergabung dengan program pascasarjana. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian berbagai masalah bangsa melalui pendekatan luaran penelitian atau tugas akhir dalam bentuk tesis yang berkualitas.

''Tujuan menghadirkan penguji eksternal adalah memberikan perspektif yang independen, objektif, dan ahli terhadap penelitian. Penguji eksternal yang dipilih dengan baik dapat menantang yang diuji secara intelektual, memvalidasi pentingnya karya mahasiswa, dan membantu menyempurnakan penelitian untuk publikasi di masa depan,'' ungkap Dr. Muhammad Junaidi.

Lebih lanjut, Junaidi menekankan bahwa kehadiran penguji dari luar institusi sangat penting untuk menjaga kualitas ilmiah dan orisinalitas sebuah karya akademik. Ia menilai, keterlibatan pihak luar dalam ujian lisan memberikan objektivitas yang lebih tinggi bagi institusi pendidikan.

''Penguji eksternal bertindak sebagai pihak netral, bebas dari politik departemen atau tekanan institusional, memastikan penilaian yang adil dan berstandar internasional,'' pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....