Awali Rangkaian Nyepi 1948 Caka, Umat Hindhu di Magelang Mengarak Ogoh-Ogoh

  • 14 Mar 2026 21:53 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Mengawali rangkaian Hari Raya Nyepi 1948 Caka/ 2026, ratusan umat Hindu di Kabupaten dan Kota Magelang menggelar pawai ogoh-ogoh. Pada pawai ogoh-ogoh tersebut, umat mengarak tiga buah patung ogoh-ogoh sejauh 1 kilometer dari Simpang Artos hingga Pura Wira Bhuana yang ada di kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang, Sabtu, 14 Maret 2026 sore.

“Ketiga ogoh-ogoh yang diarak ini melambangkan sifat kerakusan atau keserakahan yang menguasai jiwa manusia. Ogoh-ogoh tersebutmempunyai sifat yuang bertentangan dengan Catur Netra ( empat penglihatan),” kata Penasihat ) Parisadha Hindhu Dharma Indonesia ( PHDI) Kabupaten Magelang, Gde Suarti.

Gde Suarti mengatakan, ogoh-ogoh yang diarak tersebut juga mempunyai sifat angkara murka , yakni selalu ingin hidup tidak memikirkan orang lain. Selain itu juga mempunyai sifat ingin berkuasa.

Menurutnya, pada perayaan Nyepi 1948 Caka ini mengambil tema “Catur Netra”( empat penglihatan) dan mengingatkan umat Hindhu untuk menghindari sifat tamak atau tidak pernah puas akan materi dan kekuasaan. Karena, kerakusan tidak hanya menghancutrkan diri sendiri, tetapi juga bisa merusak bhuana agung ( lingkungan) serta bhuana alit ( hubungan sosial).

“Catur Netra ini jugab mengajarkan arti pentingnya menjalani hidup dengan kesederhanaan , kerendahan hati . Selain itu juga sebagai ungkapan syukurterhadap apa yang sudah dimiliki,”kata Gde.

Ia menambahkan, ketiga ogoh-ogoh yang diarak tersebut akan dibakar sebagai simbol penghancuran kejahatan pada ritual pengerupukan. Upacara pengerupukan tersebut akan dilaksanakan satu hari menjelang Nyepi.

Kirab ogoh- ogoh tersebut menjadi daya Tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar Pura Wira Bhuana, khususnya masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Masyarakat setempat juga menunggu- tunggu kirab ogoh-ogoh tersebut, setelah hampir tiga tahun ditiadakan.

“Pawai ogoh-ogoh ini menjadi daya Tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar pura, karena, hampir tiga tahun sempat vakum dan tidak ada pawai ogoh-ogoh menjelang Nyepi, Selain itu, menonton kirab ogoh-ogoh ini juga untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa,”kata Dina, warga Desa Mujen, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Adapun rangkaian Nyepi 1948 Caka di Kabupaten Magelang, yakni umat Hindhu akan melaksanakan Melasti ( mengambil air untuk sarana membersihkan diri) di Tuk Mas, di Desa Dakawu, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Minggu ( 15/3/2026). Kemudian, melaksanakan Mecaru (menyucikan alam semesta),Rabu ( 18/3) dan selajnutnmya melakukan tapa brata penyepian selama 24 jam. ( wied)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....