Sambangi Kopdes Dadapsari, Kadinkop Jateng Bangga Modal Ribuan Omzet Ratusan Juta
- 14 Mar 2026 15:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kelurahan Dadapsari, Kota Semarang, menunjukkan perkembangan pesat dalam waktu relatif singkat. Berawal dari modal sekitar Rp450 ribu, koperasi tersebut kini mampu mencatat omzet hampir Rp250 juta dalam kurun delapan bulan.
Perkembangan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Eddy Sulistiyo Bramiyanto saat menyambangi koperasi tersebut, Sabtu 14 Maret 2026. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata kerja keras dan inovasi pengurus dalam mengembangkan usaha berbasis masyarakat.
Menurut Eddy, koperasi memiliki peran penting dalam melayani kebutuhan anggota sekaligus masyarakat sekitar. Dalam waktu singkat, Koperasi Merah Putih Dadapsari dinilai telah mampu menjalankan fungsi tersebut melalui berbagai layanan dan kemitraan dengan warga.
Bram mengungkapkan secara keseluruhan perkembangan gerakan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah juga terus meningkat. Saat ini tercatat sekitar 8.523 koperasi telah terbentuk dengan 6.271 di antaranya telah beroperasi aktif.
"Total anggota koperasi di Jateng mencapai lebih dari 200.007 orang dengan perputaran omzet sekitar Rp34,6 miliar," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus memperkuat ekosistem koperasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Perum Bulog, Pertamina Patra Niaga, serta perusahaan pupuk. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan usaha koperasi di berbagai daerah.
"Kerja sama dengan Perum Bulog bahkan telah melibatkan lebih dari 400 koperasi desa dan kelurahan di Jawa Tengah. Dalam periode Januari hingga Maret saja, transaksi yang tercatat melalui kemitraan tersebut telah mencapai sekitar Rp9 miliar," tuturnya.
Selain itu, hampir 200 koperasi juga dilibatkan dalam program kios pangan murah untuk membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Melalui program tersebut, koperasi diharapkan mampu menyediakan barang dengan harga terjangkau sekaligus menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat.
"Jadi semua usaha kami tempuh untuk eksistensi Koperasi Merah Putih agar menjadi besar, tumbuh berkembang, bisa menjadi menjadi distributor kayak kemarin kami di koperasi Lodoyong Ambarawa itu juga sudah omzetnya sebulan Rp90 juta. Dia kerja sama dengan Gapoktan nyetak beras sendiri, dikasih logo koperasi tersebut dan kalau Minggu, dia enggak mau libur, katanya kalau kami libur rugi karena setiap hari kami dapat Rp3 juta," tuturnya.
Ke depan, pemerintah juga menyiapkan dukungan penguatan modal bagi koperasi desa di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat operasional koperasi agar dapat berkembang lebih besar.
"Ada program pemerintah modal kerja nanti dalam bentuk produk yang akan diberikan kepada 81.000 koperasi seluruh Indonesia. Jawa Tengah semua kopdes dapat anggaran sekitar Rp500 juta tiap unit koperasi desa tapi bentuk produk," ungkapnya.
Melalui berbagai dukungan tersebut, pemerintah berharap koperasi desa dan kelurahan dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi masyarakat. Selain menyediakan kebutuhan pokok, koperasi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan memperkuat perekonomian lokal.
Ketua Koperasi Merah Putih Dadapsari Kota Semarang Broto Suyono mengungkapkan, perkembangan usaha koperasi berjalan cukup baik sejak berdiri pada Mei 2025 hingga saat ini. Jumlah anggota juga terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas usaha dari puluhan orang hingga kini mencapai sekitar 135 anggota.
Pantauan RRI di lokasi menunjukkan koperasi tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat secara cukup lengkap. Selain itu, koperasi juga aktif menyediakan berbagai jajanan dan kebutuhan warga menjelang Lebaran.
Meski berkembang pesat, Broto mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi koperasi, terutama terkait pasokan barang. "LPG masalahnya di penyedia (pertamina) kami yang seharusnya mendapat 300 per bulan itu sekarang itu cuma 100," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadinkop Jateng juga turut meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh koperasi setempat. Program penjualan sembako dengan harga terjangkau itu langsung disambut antusias oleh warga sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....