Masyarakat Rasakan Manfaat Ratusan Gerakan Pangan Murah di Jateng
- 06 Mar 2026 14:26 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang : Masyarakat mulai merasakan langsung manfaat dari ratusan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di berbagai daerah di Jawa Tengah. Harga bahan pokok yang lebih terjangkau membuat warga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih ringan di tengah fluktuasi harga pasar.
Salah seorang warga Semarang Barat, Eni, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut karena harga bahan pangan lebih murah dibandingkan di pasar. Ia menyebut harga minyak goreng dan beras yang dijual dalam kegiatan itu jauh lebih terjangkau dari harga normal.
“Belanja sayur, minyak, sama beras. Harganya miring. Minyakita biasanya Rp19 ribu sampai Rp20 ribu, di sini dapat Rp15.500. Beras biasanya yang premium Rp16.000 per kilogram, di sini Rp62.500 per 5 kilogram,” ujarnya saat pelaksanaan GPM di halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat, Jumat 6 Maret 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengatakan hingga awal Maret 2026 Pemprov Jateng telah menggelar GPM sebanyak 333 kali. Jumlah tersebut bahkan telah melampaui target triwulan pertama yang ditetapkan sebanyak 308 kegiatan.
“Sampai dengan kemarin, GPM sudah terlaksana 333 kali. Artinya sudah melebihi dari target,” ujarnya saat pembukaan Gerakan Pangan Murah serentak di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat 6 Maret 2026.
Meski telah melampaui target, pelaksanaan GPM tetap dilanjutkan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Salah satunya melalui pelaksanaan GPM serentak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Dalam kegiatan GPM serentak tersebut, sejumlah komoditas pangan disalurkan kepada masyarakat. Di antaranya beras sebanyak 74 ton, gula pasir 7.250 kilogram, minyak goreng 21.000 liter, telur ayam ras 11.500 kilogram, serta bawang putih 3.400 kilogram.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi upaya yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan melalui program tersebut. Menurutnya, GPM menjadi langkah nyata pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Ini menjadi model bagi kita agar keterjangkauan harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat kita,” kata Luthfi saat meninjau.
Ia menambahkan, secara umum harga bahan pokok penting di Jawa Tengah masih relatif stabil. Namun kenaikan harga masih terjadi pada komoditas cabai yang saat ini rata-rata mencapai Rp81.000 per kilogram.
Harga tersebut lebih tinggi sekitar 42,2 persen dibandingkan harga acuan pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram. Karena itu, program GPM terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.
Kegiatan dibuka Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan diikuti secara daring oleh 31 kabupaten/kota. Empat daerah lainnya yakni Brebes, Wonogiri, Boyolali, dan Tegal telah lebih dahulu melaksanakan GPM pada Kamis 5 Maret 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....