Pasok Listrik-Air Bersih, Teknologi Panel Surya Dikembangkan di Karimunjawa

  • 05 Mar 2026 22:14 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pasokan listrik dan air bersih di Kepulauan Karimunjawa. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan teknologi panel surya berbasis sistem smart microgrid guna mendukung kebutuhan energi bersih di kawasan tersebut.

Teknologi smart microgrid yang dikembangkan diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 5 megawatt (MW). Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus menunjang penyediaan air bersih bagi masyarakat dan sektor pariwisata.

Dalam praktiknya, Pengembangan sistem tersebut memanfaatkan teknologi panel surya atau photovoltaic (PV). Energi yang dihasilkan akan terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas sekitar 5 MW sebagai penyimpanan energi.

Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Tri Mumpuni, mengatakan teknologi ini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mendorong pengembangan pariwisata di Karimunjawa.

Ia menyebut kawasan itu memiliki daya tarik alam yang tinggi bahkan disebut sebagai Maldives-nya Indonesia. Namun potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang karena keterbatasan pasokan listrik dan ketersediaan air bersih.

"Tapi potensi itu belum terekspos dengan baik karena masih membutuhkan dukungan layanan dasar seperti listrik yang andal dan air bersih,” kata Tri Mumpuni usai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah di ruang kerjanya, Kamis, 5 Maret 2026.

Tri menilai ketersediaan listrik yang stabil dan air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi wisatawan. Tanpa fasilitas tersebut, kenyamanan pengunjung yang datang dari berbagai daerah maupun luar negeri akan terganggu.

Selain itu, Menurutnya sistem energi bersih ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga diesel yang selama ini digunakan.

"Kalau pasokan energi terjamin dan air bersih tersedia, kebutuhan dasar manusia terpenuhi dengan baik, maka Karimunjawa bisa benar-benar berkembang sebagai destinasi wisata yang terkena, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat internasional,” ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan Pemerintah Provinsi terus memperkuat penyediaan air bersih di kawasan wisata. Upaya itu dilakukan melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) serta teknologi pengolahan air.

Menurut Luthfi, teknologi penyediaan air bersih akan sangat membantu pengembangan kawasan wisata di Karimunjawa. Selama ini beberapa pulau di kawasan tersebut masih mengalami keterbatasan sumber air bersih.

“Karimun Jawa itu ada area yang terumbu karangnya masih bagus banget, nah kendalanya air. Jadi tidak ada sumber air bersihnya termasuk untuk mandi di Pulau Tengah. Kalau dibawa ke sana top,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....