Terkendala Cuaca, Pencarian Korban Banjir Lahar Hujan Merapi Kembali Dihentikan

  • 05 Mar 2026 20:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang- Memasuki hari ketiga, upaya pencarian dua korban banjir lahar hujan Gunung Merapi di sepanjang Sungai Senowo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang belum membuahkan hasil. Pencarian korban pada Kamis, 5 Maret 2026 dihentikan pada pukul 15.30 WIB dikarenakan hujan cukup deras.

“Pencarian hari ini dihentikan karena cuaca yang tidak mendukung. Penyebab lainnya, yakni tebalnya material endapan pasir dan batu dan luas area pencarian, “kata Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto saat dihubungi, Kamis, 5 Maret 2026 sore.

Arif mengatakan, upaya pencarian dua korban banjir lahar hujan Merapi akan dilanjutkan pada Jumat, 6 Maret 2026. Adapun, fokus pencarian tidak hanya sekitar lokasi kejadian saja, melainkan akan diperluas di sepanjang aliran Sungai Senowo.

Menurutnya, pada pencarian lanjutan tersebut, tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Magelang dan relawan juga akan melakukan penyisiran hingga hilir sungai. “Selain itu juga akan menggunakan alat berat,karena tebalnya material endapan pasir dan batu,”katanya.

Ia menambahkan, memasuki hari ketiga pencarian korban, pihaknya telah berhasil mengevakuasi 12 armada truk pasir yang sempat terjebak banjir lahar hujan. Ke-12 truk pasir yang berhasil dievakuasi sebagian dalam kondisi rusak parah.

“Untuk truk yang sempat terjebak di Sungai Senowo sudah berhasil dievakuasi. Semuanya dalam kondisi rusak parah, hanya dua unit yang masih dapat berjalan tetapi mesin tidak hidup,” ucapnya.

Tim gabungan juga berhasil mengevakuasi satu unit alat berat yang sempat terjebak endapan pasir dan batu. Sementara, satu unit alat berat lainnya belum bisa dievakusi karena masih tertimbun pasir dan batu.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Gunung Merapi, Selasa, 3 Maret 2026 siang hingga sore hari menyebabkan banjir lahar hujan di aliran Sungai Senowo. Banjir lahar hujan di sungai yang berhulu di Gunung Merapi tersebut menyebabkan lima orang hilang, 12 truk pengangkut pasir dan dua unit alat berat terjebak endapan pasir dan batu .

Hingga Rabu, 4 Maret 2026 siang, tim gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban meninggal dunia. Mereka ialah Fuad Hasan, warga Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Heru, warga Desa Krinjing , Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang dan Iman Setiawan (21), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Sementara itu, 2 korban lainnya belum ditemukan. Mereka berdua ialah Maryani, seorang penjual makanan di warung yang ada di lokasi penambangan, dan Hasyim, seorang kuli pencari pasir. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....