Tanggul Sungai Plumbon Kembali Jebol, 50 KK di Mangkang Kulon Terdampak

  • 04 Mar 2026 21:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Sebanyak 50 kepala keluarga(KK) di RT 1 RW 1 Kelurahan Mangkang Kulon terdampak banjir setelah tanggul Sungai Plumbon jebol pada Rabu, 4 Maret 2026 dini hari. Tanggul sepanjang kurang lebih 25 meter itu tidak mampu menahan derasnya debit air akibat hujan lebat sejak Selasa, 3 Maret 2026 malam.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.30 WIB saat sebagian besar warga tengah beristirahat. Air dengan cepat masuk ke permukiman dan merendam rumah-rumah warga.

"Setelah jebol langsung tinggi airnya. Warga banyak yang ngga tahu karena memang itu saat jam istirahat," ucap Waluyo, warga setempat.

Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum. Madrasah Ibtidaiyah(MI) Miftahul Athfal, sebuah pondok pesantren, serta satu masjid turut terdampak.

Warga bersama petugas dari Damkar, Dinas Pekerjaan Umum, dan Kecamatan Tugu langsung melakukan pembersihan pada pagi harinya. Lumpur dan material sisa banjir dibersihkan secara gotong royong.

Salah satu warga, Erna, menyebut kondisi tanggul sebelumnya memang sudah mengalami retakan dan rembesan saat hujan turun. Kerusakan itu akhirnya berujung pada jebolnya tanggul.

"Memang sudah banyak retakan dan rembesan air di tanggul. Tiba-tiba ini malah jebol disaat warga sudah pada tidur dan tidak bisa apa-apaan," katanya.

Akibat banjir yang datang mendadak, banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga. Sejumlah kendaraan dan peralatan elektronik dilaporkan rusak terendam air.

"Motor, mobil dan elektronik milik warga banyak yang tidak bisa diselamatkan. Ada juga warga yang kehilangan harta benda lain karena tersapu air banjir," ucapnya.

Banjir juga mengganggu aktivitas anak-anak sekolah. Erna menyebut anaknya yang seharusnya mengikuti ujian terpaksa izin karena kondisi rumah terdampak.

"Warga berharap ada penanganan cepat agar tanggul yang jebol segera diperbaiki dan kejadian serupa tidak terulang kembali. Kemudian, bantuan air bersih dan sembako untuk memenuhi kebutuhan harian," ucapnya.

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Tugu, Muhammad Khoirul Amir, membenarkan, ada sekitar 120 warga terdampak. Penanganan sementara dilakukan dengan kerja bakti dan penambalan darurat pada titik tanggul yang jebol.

“Di RT 1 RW 1 Mangkang Kulon, sekitar 50 kepala keluarga atau kurang lebih 120 warga terdampak. Selain rumah warga, ada juga fasilitas umum seperti pondok dan sekolah MI yang ikut terdampak,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....