Terpanjang di Pantura Jawa, Giant Sea Wall Jateng Diproyeksikan Capai 274,7 Km

  • 04 Mar 2026 16:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Rencana pembangunan Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa Tengah diproyeksikan mencapai panjang 274,7 kilometer. Dengan bentangan tersebut, tanggul laut di Jateng akan menjadi yang terpanjang di kawasan Pantura Pulau Jawa.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Asha menyebutkan, Jawa Tengah menjadi wilayah dengan kebutuhan penanganan rob paling besar. Oleh karena itu, pembangunan tanggul laut dinilai sebagai langkah strategis dan mendesak.

Hal tersebut disampaikan saat audiensi bersama Gubernur Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa, 3 Maret 2026. Pertemuan itu secara khusus membahas percepatan pembangunan tanggul laut sebagai solusi jangka panjang bagi kawasan Pantura.

"Pembangunan tol laut di Jawa Tengah ini paling panjang. Dengan rob yang paling banyak juga tentunya," ujarnya.

Secara geografis, proyek ini akan membentang dari Kabupaten Brebes hingga Rembang. Daerah yang masuk dalam rencana pembangunan meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.

Menurut Didit, pembangunan Giant Sea Wall tidak hanya untuk mengatasi banjir rob, tetapi juga menekan laju penurunan muka tanah. Selain itu, tanggul laut diharapkan mampu mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, ancaman krisis air, serta potensi kerugian ekonomi masyarakat pesisir.

Pengerjaan tahap awal akan difokuskan di wilayah Kendal, Semarang, dan Demak dengan estimasi panjang sekitar 33,5 kilometer. Detail teknisnya akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah dan kalangan perguruan tinggi agar pelaksanaannya terukur dan terintegrasi.

Tahap selanjutnya mencakup pembangunan segmen Brebes–Tegal–Pemalang–Pekalongan sepanjang kurang lebih 105 kilometer. Adapun segmen Pati–Rembang dirancang sepanjang sekitar 74,3 kilometer.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut karena dinilai menjadi jawaban atas persoalan rob yang berulang setiap tahun. Ia juga menekankan pentingnya integrasi proyek Giant Sea Wall dengan pengembangan konsep tol laut di Semarang.

Jawa Tengah, lanjutnya, memiliki karakteristik wilayah yang rentan terhadap rob, banjir, dan longsor. Bahkan, penurunan muka tanah di sejumlah titik pesisir tercatat berkisar 8 hingga 11 sentimeter per tahun sehingga diperlukan penanganan komprehensif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....