Banjir Lahar Hujan Merapi, 5 Hilang, Belasan Truk Terjebak di Sungai Senowo

  • 04 Mar 2026 13:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Gunung Merapi, Selasa, 3 Maret 2026 siang hingga sore hari menyebabkan banjir lahar hujan di aliran Sungai Senowo. Banjir lahar hujan di sungai yang berhulu di Gunung Merapi tersebut menyebabkan lima orang hilang dan belasan truk pengangkut pasir terjebak.

Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto mengatakan, dari lima orang yang hilang, tiga orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Sedangkan, dua orang lainnya masih dalam pencarian,” katanya, Rabu, 4 Maret 2026.

Arif mengatakan, selain mengakibatkan korban jiwa, banjir lahar hujan tersebut juga menyebabkan 12 unit truk pengangkut pasir terjebak, dan tiga truk lainnya terseret aliran Sungai Senowo. Selain itu, juga ada dua unit alat berat yang terjebak di Sungai Senowo.

Menurutnya, pada Rabu, 4 Maret 2026 pagi, tim gabungan TNI, Polri, Basarnas dan relawan melakukan pencarian terhadap korban. Hingga Rabu siang, tim gabungan berhasil mengevakuasi dua korban meninggal dunia.

“Yakni Fuad Hasan, warga Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, dan Heru, warga Desa Krinjing , Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Satu korban lainnya, yakni Iman Setiawan (21), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, Kota Semarang ditemukan pada Selasa malam,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto mengatakan, kejadian tersebut diakibatkan hujan dengan intensitas deras yang menyebabkan banjir di sungai- sungai yang berhulu dari Merapi. Selain itu, banjir lahar hujan juga menyebabkan tanah longsor.

“Bencana hidrometeorologi tersebut juga menyebabkan jalan penghubung antardesa terputus. Yakni, jalan antardesa di Desa Sewukan dan Paten Kecamatan Dukun,”kata Bambang.

Ia berharap, masyarakat yang tinggal di kawasan sungai yang berhulu dari Gunung Merapi memperhatikan sitem peringatan dini. Masyarakat diminta menjauh dari bibir sungai ketika turun hujan dengan intensitas lebat. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....