Dukung Ketahanan Pangan, KWT Sehati Purworejo Panen Raya
- 04 Mar 2026 08:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, membuktikan peran strategis perempuan dalam menjaga ketahanan pangan lokal. Pada Selasa 3 Maret 2026 menggelar ubinan dan panen raya padi yang menunjukkan hasil produktivitas tinggi.
Hasil ubinan yang dilakukan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bayan menunjukkan capaian yang signifikan. Varietas Mawar tercatat menghasilkan 4,4 kilogram gabah atau setara 7,2 ton per hektare, sementara varietas Bagendit menghasilkan 4,2 kilogram atau setara 7 ton per hektare.
Kepala Desa Kalimiru, Agung Yuli Priatmoko, menyebutkan bahwa capaian ini merupakan hasil panen kedua yang dikelola sepenuhnya oleh KWT Sehati. Para perempuan tani ini memanfaatkan lahan bengkok milik desa yang terletak di samping lapangan desa setempat.
“Lahan yang kami serahkan ke KWT sekitar 1.000 meter persegi. Hari ini kita panen dengan potensi di atas 7 ton per hektare. Ini relatif stabil karena lahan menggunakan kombinasi pupuk kimia dan organik. Ke depan, kami berharap penggunaan pupuk organik semakin masif agar keberlanjutan pertanian tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kelompok ini tidak hanya fokus pada urusan bercocok tanam di sawah. KWT Sehati juga merambah sektor ekonomi kreatif melalui pengembangan unit usaha UMKM untuk membantu kesejahteraan keluarga anggota.
"KWT Sehati berdiri sejak 2014 dan melakukan reorganisasi pada 2024. Saat ini kelompok tersebut beranggotakan 31 orang," ungkapnya
Sementara itu, Camat Bayan, Yeni Astuti, memantau langsung proses panen tersebut dan memberikan apresiasi atas kemandirian para anggota KWT. Menurutnya, seluruh tahapan mulai dari tanam hingga perawatan dilakukan secara disiplin oleh ibu-ibu tersebut.
Ia menilai angka produktivitas yang dihasilkan sudah sangat memuaskan jika dibandingkan dengan rata-rata hasil panen pada umumnya. Keberhasilan ini dianggap memperkuat posisi perempuan dalam rantai produksi pangan di wilayah Bayan.
“Produktivitas di atas 6 ton per hektare sudah sangat baik. Tadi hasil ubinan IR Mawar sekitar 7 ton. Ini menunjukkan peran perempuan dalam pertanian sangat strategis, mendampingi bahkan memperkuat produktivitas pertanian,” pungkasnya(Agus)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....