Embung Karangjati Blora Diresmikan, Aliri 40 Hektare Lahan Pertanian
- 02 Mar 2026 20:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan Embung Karangjati di Dukuh Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Senin 2 Maret 2026. Kehadiran embung ini diproyeksikan mampu mengairi 40 hektar lahan pertanian dan menjadi solusi kebutuhan air warga.
"Embung ini nanti dapat menghidupi 40 hektare lahan pertanian dan bisa sampai tiga kali panen. Kemudian bisa meningkatkan UMKM di wilayah kita," kata Luthfi usai peresmian.
Embung tersebut terdiri atas dua bangunan, yakni Embung Utara dan Embung Selatan dengan total anggaran sekitar Rp8,5 miliar. Fasilitas ini diharapkan menjadi sumber irigasi dan air baku saat kemarau sekaligus mendorong produktivitas pertanian dan UMKM setempat.
Embung Utara memiliki dimensi 78x68 meter persegi dengan volume tampungan sekitar 18.678 meter kubik. Sementara Embung Selatan berdimensi 138x93 meter persegi dengan kapasitas mencapai 49.320 meter kubik.
Luthfi menyebut keberadaan embung memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali setahun. Peningkatan masa tanam itu diyakini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Melihat manfaat besarnya, Pemprov Jateng berencana menambah pembangunan embung pada 2026. Pada 2025, tercatat sekitar 10 embung telah dibangun dengan total anggaran Rp43 miliar di sejumlah kabupaten/kota.
"2026 kita tingkatkan kembali, karena ini betul-betul mengaktifkan lagi ekonomi rakyat," katanya didampingi Kepala DPUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro.
Semakin banyak embung dibangun, semakin besar peluang mendongkrak produksi padi Jawa Tengah yang ditargetkan mencapai 9,5–10,5 juta ton pada 2026. Program ini juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.
Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi percepatan pembangunan Embung Karangjati yang telah dinantikan petani sejak 2017. Harapannya infrastruktur air tersebut mampu memicu peningkatan produksi padi di wilayahnya.
"Awalnya ini masuk proyek strategis nasional, tetapi respons Pemprov Jateng lebih cepat sehingga bisa dibangun tahun ini selesai," katanya.
Perwakilan kelompok tani, Karyono, mengaku embung sangat membantu karena sebelumnya pertanian hanya mengandalkan tadah hujan. "Dengan bantuan embung ini bisa menanam sampai tiga kali," jelasnya. (royce)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....