Pasca Banjir, Harga Sayuran di Pekalongan Naik

  • 02 Mar 2026 09:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Pekalongan - Dampak bencana banjir yang melanda selama sebulan penuh mengakibatkan harga sayur-mayur di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya naik drastis sejak awal Ramadan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai setan, kangkung, dan bayam yang harganya melonjak hingga dua kali lipat dari harga normal.

Pantauan di Pasar Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Senin 2 Fdebruari 2026 , harga satu ikat kangkung ukuran kecil yang biasanya Rp3 ribu kini menembus Rp7 ribu, sementara ukuran besar mencapai Rp10 ribu per ikat. Lonjakan serupa terjadi pada bayam dari kisaran Rp2,5 ribu-Rp3 ribu menjadi Rp10 ribu-Rp12 ribu per ikat.

Komoditas lain seperti terong ungu juga naik dari Rp8 ribu menjadi Rp12 ribu per kg, disusul kacang panjang yang semula Rp8 ribu kini menjadi Rp16 ribu per kg. Sementara itu, bawang merah yang sebelumnya dijual Rp35 ribu per kg, saat ini telah menyentuh angka Rp50 ribu per kg.

Pedagang sayur di Pasar Wiradesa, Wartiah, membenarkan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, cuaca ekstrem dan banjir berkepanjangan di wilayah Kabupaten Pekalongan hingga awal Ramadan menjadi penyebab utama meroketnya harga pangan.

"Biasanya satu ikat langkung Rp2500 - Rp3000, :sekarang menjadi Rp6-7 ribu/ikat, bayam dan kacang panjang juga naik harganya," terangnya

Menurut para pedagang, kenaikan harga sayur-mayur dipicu oleh kelangkaan barang akibat bencana banjir dan longsor di beberapa daerah penghasil sayuran. Pasokan yang terhambat menyebabkan harga sayuran dan komoditas pangan lainnya terus mengalami perubahan harga yang sangat signifikan setiap harinya.

Kondisi serupa juga terpantau di daerah tetangga, yakni Pasar Comal, Kabupaten Pemalang. Salah seorang pedagang sayur, Sarmi mengungkapkan bahwa sejak awal Ramadan, harga berbagai komoditas sayuran terus merangkak naik tanpa kepastian harga yang stabil.

Sarmi mencontohkan harga cabai setan yang mengalami lonjakan drastis hanya dalam hitungan hari. "Salah satunya cabai setan pada hari ini Rp85 ribu /kg padahal sehari sebelumnya, masih Rp60 ribu /kg," ungkapnya dengan nada mengeluh.

Ia menambahkan, ketidakpastian harga ini menyulitkan para pedagang dalam menentukan modal dan harga jual ke pelanggan. "Harga sekarang tidak menentu, kemaren turun, ini naik, kenaikan maupun penurunan harga dalam sehari bisa mencapai puluhan ribu," pungkasnya.(Ted).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....