Cegah Gejolak Pasar, Pedagang Diminta Patuhi Aturan Harga jelang Idulfitri

  • 01 Mar 2026 09:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah bersama aparat penegak hukum memperkuat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok di Jawa Tengah. Para pedagang dan pengecer pun diimbau tidak menaikkan harga secara signifikan yang dapat membebani masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, pelaku usaha tetap diberikan ruang untuk memperoleh keuntungan. Namun harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia meminta pedagang pasar maupun pengecer tidak memanfaatkan momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat. Terutama menjelang Lebaran untuk menaikkan harga di luar batas kewajaran.

“Kami menghimbau agar menjelang Ramadan dan Idulfitri ini tidak ada kenaikan harga yang terlalu tinggi. Silakan mengambil keuntungan, tetapi tetap sesuai aturan,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.

Menurutnya, lonjakan harga yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan gejolak di masyarakat dan mengganggu stabilitas pangan. Karena itu, Bulog bersama instansi terkait terus berupaya menjaga pasokan dan kestabilan harga agar tetap terjangkau.

Sejalan dengan itu, Satgas Pangan Polda Jawa Tengah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga dan gangguan distribusi bahan pokok. Dirreskrimsus Polda Jateng sekaligus Ketua Satgas Pangan, Kombes Pol Djoko Julianto, menyampaikan selain soal ketersediaan dan harga pangan, pengawasan juga difokuskan pada peredaran bahan makanan menjelang maraknya penjualan parcel Lebaran.

Satgas Pangan mengantisipasi adanya oknum yang menjual atau mengemas ulang barang kedaluwarsa untuk dijadikan parcel, yang dapat merugikan konsumen. Selain itu, komoditas seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih turut menjadi perhatian, terutama di tengah cuaca hujan yang dapat memengaruhi hasil panen dan distribusi.

Untuk ketersediaan gas elpiji, berdasarkan koordinasi dengan Pertamina, stok masih dalam kondisi aman. Namun aparat tetap siaga mengantisipasi kemungkinan penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu.

Melalui sinergi Bulog dan Satgas Pangan, pemerintah berharap stabilitas harga dan pasokan bahan pokok tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga yang tidak wajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....