Semangat Generasi Qur’ani! 372 Peserta Ikuti Babak Penyisihan MHQ MAJT 2026

  • 28 Feb 2026 17:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Semangat mencintai, memahami, dan menghafal Al-Qur’an terasa kuat dalam babak penyisihan Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 10 Juz yang digelar di ruang rapat dan aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Sabtu 27 Februari 2026. Lomba MHQ yang digelar Ponpes Tahfidz Al-Qur'an MAJT- Baznas diikuti sebanyak 372 peserta yang telah mengikuti tahapan awal kompetisi ini dengan penuh kesungguhan.

Mereka tidak hanya berasal dari Kota Semarang, Kudus, Grobogan, tapi kota - kota di Jabar, DKI Jakarta, Jatim dan DI Yogyakarta. Terjauh dari NTT dan Kalimantan. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Panitia MHQ, Dr H Muh Syaifudin, Lc. MA . Dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengikuti ajang tersebut.

Menurutnya, para peserta yang berhasil melaju ke babak final akan mendapatkan hadiah uang pembinaan dan sertifikat penghargaan. Namun secara khusus ia menegaskan bahwa sertifikat tidak hanya diberikan kepada finalis, melainkan kepada seluruh peserta yang mengikuti perlombaan.

“Kenapa semua peserta perlu diberi sertifikat? Karena pada hakikatnya semua peserta itu adalah juara,” tegasnya. Ia menjelaskan, para peserta adalah juara dalam melawan hawa nafsu, juara dalam mengalahkan rasa malas, serta juara dalam memanfaatkan masa muda untuk sesuatu yang lebih bermakna.

Babak penyisihan MHQ tahun ini melibatkan 22 hakim yang melakukan pengujian secara daring melalui Zoom (online) yang diketuai Prof Dr Tholhatul Khoir. Setiap hakim menguji antara 18 hingga 20 peserta. Sistem penilaian dilakukan dengan metode undian, di mana peserta diminta memilih nomor amplop yang telah disiapkan panitia.

Masing-masing peserta kemudian mendapatkan tiga pertanyaan untuk diuji kemampuan hafalan dan ketepatan bacaannya. Suasana lomba berjalan tertib dan lancar. Para peserta tampak fokus dan penuh keyakinan saat menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.

Babak ini menjadi gerbang awal untuk menyaring para penghafal Al-Qur’an terbaik yang akan melangkah ke tahap berikutnya. Lebih dari sekadar kompetisi, MHQ menjadi momentum membangun generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga kuat dalam karakter dan komitmen spiritual.

Dari 372 peserta MHQ akan diambil 10 peserta terbaik masuk grand final pada Sabtu 7 Maret mendatang. 10 peserta terdiri atas 5 peserta putri dan 5 peserta putra. Sementara ditemui di sela - sela penjurian, Koordinator Hakim Prof Dr Tholhatul Khoir mengungkapkan, secara umum kualitas hafalan peserta cukup baik.

“Dari sisi hafalan, mayoritas peserta sudah menguasai materi 10 juz dengan baik. Untuk tajwid dan makharijul huruf, rata-rata sudah terlatih karena mereka adalah santri tahfidz,” terangnya. Namun, ia menambahkan bahwa aspek keindahan bacaan atau lagu (nagham) masih menjadi pembeda.

Dia mencontohkan dalam salah satu breakout room yang mana dia melakukan penjurian, dari sembilan yang hadir, hanya dua peserta yang menonjol dalam aspek tartil dan keindahan suara. “Kalau ketartilan dan makhraj rata-rata sudah bagus. Tetapi untuk sisi keindahan memang lebih ke bakat. Secara keseluruhan, kualitas peserta sudah baik,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....