Percaya Diri di Catwalk, Difabel Bikin Kagum Pengunjung Mall
- 28 Feb 2026 16:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gemuruh tepuk tangan membahana di Atrium The Park Mall Semarang, Jumat 27 Februari sore. Enam siswa difabel dari SLB Kota Semarang tampil penuh percaya diri, memeragakan busana layaknya model profesional.
Momen itu terjadi dalam ajang Dekranasda Modest Fashion & Iftar Festival 2026 yang menghadirkan karya desainer lokal Jawa Tengah. Sorot lampu panggung memantulkan langkah semangat mereka.
Di hadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen dan Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin, para siswa tampil memukau. Kehadiran mereka mewakili Gubernur Ahmad Luthfi menjadi bukti dukungan penuh pemerintah terhadap inklusivitas.
Balutan batik klasik, tenun warna-warni khas Jawa Tengah, hingga busana muslim anggun melekat serasi di tubuh mereka. Setiap langkah diambil dengan perhitungan, diakhiri pose dan lambaian tangan yang disambut sorak penonton.
Aksi Andika Julio, siswa kelas 9 SLB Semarang, menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Dengan balutan tenun ungu-kuning dan gaya nyentrik lengkap dengan topi, ia melangkah santai penuh gaya.
Saat tiba tepat di depan panggung dan berhadapan dengan Taj Yasin, Andika berhenti dan mengacungkan jempol. Spontan, sang Wakil Gubernur tersenyum lebar, disusul tepuk tangan meriah dari Nawal Arafah dan para penonton.
Tak hanya siswa difabel, sebanyak 17 kepala OPD Pemprov Jawa Tengah turut ambil bagian di atas catwalk dengan memperagakan busana kriya daerah sebagai bentuk dukungan terhadap industri fesyen lokal. "Bagus tadi penampilannya, semangat terus ya," kata Nawal, sembari tersenyum kepada seorang siswa perempuan.
Usai peragaan, Taj Yasin dan Nawal Arafah menghampiri para siswa SLB. Mereka menyerahkan bunga dan memberikan apresiasi langsung atas keberanian dan penampilan memukau para peserta.
Nawal menyebut, seluruh busana yang ditampilkan merupakan karya desainer lokal yang bertujuan mempromosikan produk unggulan Jawa Tengah. "Harapannya kegiatan ini dapat memperkuat identitas budaya Jawa Tengah sekaligus menggerakkan UMKM-UMKM lokal kita," ungkapnya.
D’Modifest 2026 berlangsung hingga 1 Maret dengan menghadirkan 50 stan fesyen dan kuliner dari 35 kabupaten/kota. Beragam lomba seperti hadroh antar-OPD dan BUMD, tung-tung sahur pondok pesantren, hingga band pelajar SMA/SMK turut memeriahkan festival tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....