BBWS Pemali Juana Butuh Dana Tambahan Pembebasan Lahan Sungai Plumbon
- 27 Feb 2026 20:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Proyek normalisasi Sungai Plumbon yang digadang-gadang mampu mengurangi risiko banjir dan jebolnya tanggul di wilayah Barat Kota Semarang masih terkendala pembebasan lahan dan kekurangan anggaran. Normalisasi tersebut menjadi kewenangan BBWS Pemali Juana.
Kepala Bidang Pengembangan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Pemali Juana, Lalu Ardian Bagus Nugroho, mengatakan saat ini proses pembebasan lahan telah memasuki tahap pertama. Dari total sekitar 320 bidang yang terdampak, sekitar 90 bidang sudah dibayarkan.
“Total ada sekitar 320 bidang yang harus dibebaskan. Tahun lalu kami sudah membayar kurang lebih 90 bidang. Sisanya kami targetkan bisa selesai tahun ini, sehingga pada 2026 lahan sudah clear and clean dan fisik bisa dilaksanakan,” katanya Jumat 27 Februari 2026.
Pembebasan lahan, kata dia, mencakup kawasan dari Jalan Pantura hingga ke hilir Sungai Plumbon dengan panjang hampir 10 kilometer. Identifikasi tanah dan penetapan lokasi sudah rampung, namun kendala utama terletak pada keterbatasan anggaran.
Menurut dia, proyek ini telah mendapat alokasi Rp71 miliar dari APBN murni pada 2025. Namun, masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp132 miliar untuk menuntaskan pembebasan lahan.
“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah pusat dan Pemkot Semarang. Ibu Wali Kota sudah bersurat ke pusat agar kekurangan anggaran Rp132 miliar bisa diusulkan melalui APBN. Sekarang kami menunggu keputusan final dari pusat,” ucapnya.
Lalu mengungkapkan nantinya setelah lahan dinyatakan bersih, BBWS akan melanjutkan ke tahap konstruksi fisik sesuai desain yang telah disusun. Normalisasi direncanakan memiliki lebar sekitar 30 hingga 40 meter dengan penguatan tanggul menggunakan concrete sheet pile di sejumlah titik.
Di beberapa lokasi lain, desain akan menyesuaikan kondisi lapangan. Lalu menambahkan, sembari menunggu proses administratif, pihaknya tetap melakukan penanganan darurat di lapangan. “Setiap ada tanggul kritis atau jebol saat hujan deras, kami langsung turun dengan penanganan sementara seperti karung pasir, bambu, dan perkuatan darurat lainnya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....