Semarang dan Solo Rawan Narkoba, Ahmad Luthfi Minta BNN Prioritaskan Penanganan
- 26 Feb 2026 22:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta wilayah Semarang dan Solo menjadi prioritas penanganan narkoba. Kedua daerah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan yang perlu mendapat perhatian khusus dari aparat.
Permintaan itu disampaikan saat menerima audiensi Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, di ruang kerjanya pada Kamis, 26 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Luthfi menekankan pentingnya penguatan langkah pencegahan secara lebih terarah dan terukur.
Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup dilakukan secara seremonial. Pencegahan harus dijalankan secara konsisten dan masif hingga menyentuh tingkat desa dan kelurahan.
Pelibatan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di wilayah rawan. “Paling penting kampung bersinar dan tangguh itu diekspose lagi,” ucapnya.
Selain itu, Luthfi juga meminta pendataan kabupaten/kota yang belum memiliki BNN Kabupaten/Kota agar dapat segera didorong pembentukannya. Langkah ini penting untuk memperluas jangkauan pengawasan dan penindakan di daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut dia, terus meningkatkan dukungan anggaran bagi BNNP. Hibah yang semula Rp200 juta pada 2022 dan 2023 meningkat menjadi Rp750 juta pada 2024, lalu naik menjadi Rp1,5 miliar pada 2025 dan 2026.
Kepala BNN Jateng, Toton Rasyid mengapresiasi dukungan tersebut dan berharap sinergi terus diperkuat. Ia menilai dukungan anggaran sangat membantu dalam penguatan program pencegahan dan rehabilitasi.
"Ke depan kami berharap terus mendapatkan dukungan. Termasuk, untuk penguatan fasilitas rehabilitasi rawat inap,” ujarnya.
Saat ini, fasilitas rehabilitasi rawat inap di Jawa Tengah masih terbatas, rata-rata hanya tersedia sekitar 10 tempat tidur di rumah sakit. Setiap tahun, BNNP Jawa Tengah mampu merehabilitasi sekitar 500 orang dan angka tersebut ditargetkan terus meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....