Toleransi di Semarang Cukup Baik, Pendidikan Jadi Kunci Perkuat Kerukunan

  • 26 Feb 2026 20:08 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang cukup baik dalam hal toleransi antarumat beragama. Namun, penguatan toleransi tetap perlu dilakukan melalui pendidikan sejak dini agar tidak sekadar menjadi slogan.

Pengamat sosial Soegijapranata Catholic University, Hermawan Pancasiwi menilai kehidupan sosial di Semarang relatif harmonis. Menurutnya, kehidupan bertetangga di Semarang berjalan cukup kondusif.

“Perayaan hari besar keagamaan umumnya berlangsung aman dan damai. Tanpa gesekan berarti,” ucapnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Rabu, 25 Februari 2026.

Meski demikian, Hermawan menekankan bahwa toleransi bukan sesuatu yang instan. Nilai tersebut harus ditanamkan sejak dini melalui proses pendidikan yang berkelanjutan.

“Toleransi itu sesuatu yang berproses. Sesuatu yang bertumbuh, lalu sesuatu yang menetap,” katanya.

Ia mengingatkan, toleransi tidak bisa dipaksakan melalui imbauan sesaat atau pidato pejabat. Jika dipaksakan, toleransi hanya akan menjadi formalitas tanpa akar yang kuat.

“Kalau toleransi itu dipaksakan, itu seperti menebar benih di tanah yang tidak subur. Tumbuh sebentar, lalu mati,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menekankan, pendidikan toleransi harus dimulai sejak anak-anak. Baik di lingkungan sekolah maupun keluarga, nilai saling menghargai perlu dibangun sebagai bagian dari sikap hidup

Hermawan berharap toleransi di Semarang tidak hanya bertahan, tetapi terus meningkat kualitasnya. Dengan fondasi pendidikan yang kuat, kerukunan antarumat beragama dapat tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....