Studi Lingkungan di Semarang, Calon Pimpinan Polri Soroti Ketahanan Pangan Daerah

  • 26 Feb 2026 17:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang – Studi lingkungan yang digelar di Kabupaten Semarang menjadi ajang bagi calon pimpinan Kepolisian Republik Indonesia untuk mengkaji isu ketahanan pangan daerah. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Kepolisian yang berlangsung selama 23 hingga 27 Februari 2026.

Polres Semarang menjadi lokasi pelaksanaan diskusi kelompok terarah dan penelitian lapangan pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti para peserta didik angkatan ke-66 sebagai bagian dari kurikulum pendidikan kepemimpinan tingkat menengah.

Brigjen Pol Juda Nusa menyampaikan amanat Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Lemdiklat Polri, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga. Dalam pesannya, ditegaskan bahwa studi lingkungan menjadi sarana penting untuk mengasah ketajaman analisis calon pimpinan.

“Studi lingkungan ini bukan sekadar kegiatan akademik, namun menjadi sarana untuk melatih kepekaan strategis para perwira dalam membaca dinamika organisasi dan lingkungan eksternal. Diharapkan para peserta mampu menghasilkan rekomendasi yang solutif dan implementatif,” ucapnya.

Ia menjelaskan, fokus kajian kali ini mengangkat tema peran Kepolisian dalam mendukung program kedaulatan pangan, energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif. Isu ketahanan pangan menjadi perhatian utama mengingat potensi pertanian dan ekonomi Kabupaten Semarang yang cukup strategis.

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. “Harapannya, hasil kajian para peserta dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program kedaulatan pangan, energi, serta penguatan ekonomi produktif di Kabupaten Semarang,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga melibatkan pengawas, tenaga pengajar, serta jajaran Kepolisian Resor Semarang untuk memastikan kajian berjalan komprehensif. Sejumlah narasumber turut dihadirkan, mulai dari Inspektur Kabupaten Semarang, kepala dinas terkait, hingga tokoh masyarakat.

Melalui studi lingkungan ini, para peserta diharapkan semakin memahami kompleksitas tugas di lapangan. Mereka dipersiapkan menjadi pemimpin Kepolisian yang profesional, analitis, dan responsif terhadap tantangan keamanan yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....