Gandeng Masjid, BI Jateng Ajak Beramal Pakai QRIS

  • 25 Feb 2026 23:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah memperluas jangkauan digitalisasi tempat ibadah dengan menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI). Kerja sama ini menyasar pembayaran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui kanal QRIS lewat program "Ramadan Manis Pakai QRIS" yang berjalan hingga Iduladha 1447 Hijriah.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Nita Rachmenia, menyebut, gerakan ini sudah dimulai sejak momentum Dugderan di Kota Semarang. Pihaknya melakukan sosialisasi langsung serta pendampingan teknis (onboarding) kepada para pengurus masjid.

“Nah, yang terakhir ini adalah Ramadan Manis dengan Qris. Jadi ini sudah kita mulai kemarin pada saat berlangsungnya acara Dukderan di Kota Semarang, di situ dilakukan teman-teman berkolaborasi melakukan sosialisasi terkait onboarding Qris dan juga ke depannya mungkin nanti kita memiliki sedang berlangsung adalah apresiasi masjid terdigital berkah beramal manis dengan ZIS pakai Qris,” ujarnya. Rabu 25 Febreauri 2026.

BI Jawa Tengah menargetkan 105 masjid di seluruh provinsi untuk terlibat dalam program ini. Seluruh masjid peserta akan difasilitasi kesiapan infrastruktur QRIS serta diberikan pendampingan selama periode program berlangsung. “Berapa? Targetnya 105 masjid. Oke, kita targetkan 105 masjid yang akan ikut ee di dalam program ini,” kata Nita.

Menurut Nita, perluasan jangkauan hingga ke Masjid Besar dan Masjid Jami dilakukan setelah melihat evaluasi program serupa dalam dua tahun terakhir. Selain menyediakan infrastruktur kode QR, BI bersama DMI Jawa Tengah juga melakukan pemantauan teknis untuk memastikan keamanan transaksi bagi jamaah

Bersama DMI Jawa Tengah, BI memastikan kesiapan perangkat QRIS di setiap masjid peserta. Selain itu, dilakukan pemantauan dan edukasi teknis agar penggunaan QRIS berjalan optimal dan aman.

“ini adalah bagian-bagian upaya kami untuk men-trigger penggunaan Qris di masyarakat karena diharapkan pembayaran ZIS dengan kris ini secara psikologis biasanya jumlahnya bisa lebih besar Pak Nunuk karena kalau pakai udah pakai HP bayar kayaknya kalau cuman Rp5.000 tuh agak malu gitu ya,” tuturnya.

Ia juga menilai , Ramadan menjadi momentum strategis untuk membangun kebiasaan baru dalam bertransaksi digital. Tradisi masyarakat yang gemar bersedekah di bulan suci selaras dengan upaya mendorong QRIS sebagai instrumen pembayaran yang praktis dan inklusif.

“Jadi kenapa masjid pertama karena momentumnya Ramadan, pertama itu. Lalu kedua kalau prospek jadi sebenarnya tadi tujuan kami mendorong pembayaran ZIS melalui Qris sebenarnya itu tadi kita tuh mau melakukan triggering kepada masyarakat untuk untuk menjadikan Qris itu menjadi suatu habit, menjadi suatu kebiasaan gitu,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendekatan serupa juga berpotensi diterapkan di rumah ibadah agama lain sesuai momentum keagamaan masing-masing. “Nah, kita coba optimalkan di sini, kita coba masuk sehingga dengan demikian masyarakat merasakan juga, ‘Oh iya, ternyata bersedekah dengan krisis itu gampang juga gitu, lebih mudah juga,’” ucapnya.

Melalui program ini, BI Jawa Tengah berharap akseptasi QRIS semakin luas sekaligus meningkatkan penghimpunan ZIS di masjid. Digitalisasi donasi diharapkan mampu memperkuat inklusi keuangan syariah serta mempermudah masyarakat dalam beramal secara aman dan efisien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....