Pakar Undip: Setahun Kepemimpinan Agustin-Iswar Tunjukkan Tren Positif

  • 25 Feb 2026 21:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pakar Kebijakan Publik Universitas Diponegoro(Undip), Bangkit Aditya Wiryawan, menilai kinerja Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin selama setahun terakhir menunjukkan tren positif. Penilaian tersebut terutama terlihat dari capaian indikator ekonomi makro.

Ia menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,3 persen. Sementara Kota Semarang mencatatkan pertumbuhan sekitar 5,37 persen atau sedikit di atas rata-rata nasional.

“Jadi saya menganggap kontribusi Pemkot Semarang untuk mempertahankan laju pertumbuhan itu cukup baik. Selama setahun terakhir stabilitas makro bisa terjaga,” ujarnya belum lama ini.

Menurut Bangkit, stabilitas ekonomi tersebut juga berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan. Meski laju penurunannya belum secepat beberapa daerah lain, tren penurunan tetap terjadi.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip itu menilai salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi adalah respons cepat pemerintah kota dalam menangani persoalan infrastruktur. Perbaikan jalan yang dilakukan secara masif dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, program bantuan operasional RT juga dianggap sebagai langkah strategis. Program tersebut mendorong belanja masyarakat sehingga perputaran ekonomi tetap terjaga.

Meski demikian, Bangkit memberikan sejumlah catatan, khususnya terkait pemerataan pembangunan. Infrastruktur di pusat kota dinilai lebih baik dibandingkan wilayah pinggiran dan perbatasan.

Kondisi tersebut berpotensi memperlebar ketimpangan jika tidak segera diantisipasi. Ia menekankan pentingnya intervensi kebijakan untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Program transportasi publik gratis seperti feeder dan BRT juga dinilai membantu masyarakat. Kebijakan itu terutama meringankan beban pelajar dan kelompok rentan.

“Program ini bagus dan bisa diapresiasi. Kalau bisa diperluas, ini sangat membantu pengeluaran anak sekolah dan masyarakat yang masih kekurangan akses transportasi,” jelasnya.

Ke depan, ia menilai tantangan besar pemerintah kota masih berkutat pada persoalan rob di wilayah utara. Menurutnya, penanganan rob memerlukan sinergi dengan proyek-proyek besar seperti pembangunan tanggul laut.

“Mungkin kemiskinan bukan masalah utama di Semarang, tapi ketimpangannya. Diharapkan muncul inovasi-inovasi pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan yang benar-benar berhasil,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....