Ribuan Mustahik Terima Bantuan Usaha, Diharapkan Jadi Muzaki
- 24 Feb 2026 21:55 WIB
- Semarang
RRI.CO ID, Semarang - Sebanyak 1.750 mustahik produktif menerima bantuan modal usaha senilai total Rp5,25 miliar. Bantuan ini diharapkan menjadi pijakan agar pelaku usaha mikro dapat naik kelas dan lebih mandiri.
Penyaluran tahap II ini dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah di Salatiga, Selasa, 24 Februari 2026. Masing-masing penerima memperoleh Rp3 juta sebagai tambahan modal usaha.
Para perwakilan mustahik penerima bantuan ini secara simbolis berasal dari Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Boyolali. Mereka sekaligus mendapatkan pembekalan dan pendampingan dalam menjalankan usahanya.
Ketua Baznas, Jateng Ahmad Darodji menegaskan dana tersebut bukan untuk konsumsi, melainkan untuk diputar sebagai modal produktif. Pendampingan dilakukan agar usaha penerima manfaat dapat berkembang.
"Harapannya, dari mustahik bisa menjadi muzaki (pemberi zakat),” ujarnya.
Sementara itu, Baznas Jateng tahun ini menargetkan menyaluran modal usaha kepada 3.500 mustahik. Ada juga 1.500 paket bantuan dari Baznas RI.
Di sektor perumahan, Baznas Jateng mengalokasikan anggaran Rp15 miliar untuk rehabilitasi 750 unit rumah bekerja sama dengan pemerintah provinsi. Kemudian, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah menyentuh 2.874 unit dengan total anggaran sekitar Rp47,015 miliar.
Bidang pendidikan juga menjadi perhatian melalui beasiswa bagi 4.434 mahasiswa di 15 perguruan tinggi senilai Rp15,88 miliar. Sementara 96.042 siswa SMA/SMK/SLB menerima beasiswa melalui Unit Pengumpul Zakat dengan total Rp31,6 miliar.
Dalam pemberdayaan ekonomi, Baznas menggelar 21 jenis pelatihan kerja yang diikuti 13.816 peserta. Program tersebut dirancang untuk memperkuat keterampilan sekaligus membuka peluang kerja baru.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah bertanggung jawab menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Ia menyebut bantuan modal sebagai stimulus bagi sekitar 4,2 juta pelaku usaha mikro di Jawa Tengah.
“Modal ini sebagai stimulus. Diputer. Jangan dikonsumsi. (Penerima bantuan) Harus naik kelas. Dari mikro jadi kecil, dari kecil jadi menengah. Jangan setelah dibantu malah stagnan,” tegas Luthfi.
Luthfi menambahkan, penanganan kemiskinan harus dilakukan terintegrasi mulai dari perbaikan rumah, peningkatan pendapatan, hingga akses pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, olaborasi provinsi, kabupaten/kota, bersama Baznas mulai menunjukkan hasil penurunan angka kemiskinan dari 9,48 persen ke 9,39 persen dengan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 mencapai 5,37 persen.
Salah satu penerima bantuan, Kholidah, mengaku bersyukur atas tambahan modal yang diterimanya. Pedagang bubur itu berharap usahanya berkembang dan suatu saat dapat menjadi pemberi manfaat bagi orang lain.
"Harapannya usaha lebih maju dan bantuan ini untuk modal,” ucap perempuan yang berjualan bubur ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....