Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Hilirisasi Bawang Merah Brebes

  • 24 Feb 2026 13:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Brebes – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto mendorong penguatan hilirisasi bawang merah saat kunjungan kerja reses di Brebes, Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pengolahan Bawang Merah Kelompok Tani Sidomakmur bersama PT Sinergi Brebes Inovatif.

Dalam kesempatan itu, Titik, sapaannya, menegaskan peran strategis Badan Karantina Indonesia(Barantin) dan lintas sektor di Jawa Tengah. Menurutnya, pengawasan penting untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan yang mengancam ketahanan pangan nasional.

Kunjungan kerja ini turut didampingi sejumlah pejabat terkait dari Barantin dan Karantina Jawa Tengah. Hadir pula unsur pemerintah daerah serta pemangku kepentingan sektor pertanian.

Saat meninjau lokasi di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, rombongan berdialog dengan kelompok tani dan pelaku usaha. Kegiatan pengolahan bawang merah di Kelompok Tani Sidomakmur bersama PT Sinergi Brebes Inovatif menjadi wujud nyata produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani di daerah sentra produksi.

“Guna mewujudkan pertanian maju secara berkelanjutan, perlu terus meningkatkan hilirisasi bawang merah. Tentunya perlu dikembangkan sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan berdaya saing di pasar global, “ungkap Titik melalui siaran pers.

Sementara, Deputi Bidang Karantina Ikan Barantin, Drama Panca Putra menilai hilirisasi sebagai langkah strategis. Ia menyebut potensi bawang merah Brebes memiliki peluang besar di pasar ekspor.

"Perluasan pasar tidak hanya domestik tapi sudah merambah ke pasar internasional. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas bawang merah bagus dan prospek ekspor yang menggiurkan," ujar Drama.

Kepala Karantina Jawa Tengah, Hari Yuwono Ady menambahkan, Brebes merupakan sentra produksi bawang merah di Jawa Tengah. Pihaknya terus memperketat pengawasan lalu lintas komoditas pertanian untuk menjamin keamanan produk.

Menurutnya, pengawasan dilakukan baik untuk distribusi lokal maupun ekspor. Langkah tersebut bertujuan memastikan bawang merah memenuhi standar kesehatan negara tujuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....