Pengamat: Setahun Luthfi-Yasin, Kerja Nyata Minim Pencitraan

  • 24 Feb 2026 06:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Satu tahun kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen dinilai menunjukkan etos kerja kuat, jauh dari kesan pencitraan .Namun penguatan komunikasi publik disebut menjadi pekerjaan rumah agar capaian kinerja lebih terasa di mata masyarakat.

Pengamat politik Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini, menilai gaya kepemimpinan keduanya mencerminkan filosofi Jawa “rame ing gawe, sepi ing pamrih”. Artinya, pemimpin giat bekerja tanpa sibuk membangun citra. Penilaian itu disampaikan dalam diskusi satu tahun pemerintahan Luthfi–Yasin di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 23 Februari 2026.

Menurutnya, filosofi itu relevan dengan kepemimpinan modern yang menekankan kerja nyata, namun bukan berarti meniadakan publikasi kinerja. “Karena dengan publikasi itu orang akan menguatkan legitimasi kepada pemimpin dan pada saat bersamaan menolak terhadap resistensi bahkan rejeksi sosial terhadap sang pemimpin. Karena dukungan publik itu penting supaya partisipasi mereka dalam pembangunan juga meningkat,” tuturnya.

Ia menegaskan, publikasi merupakan bagian dari akuntabilitas demokrasi. Masyarakat sebagai pemberi mandat dan pembayar pajak berhak mengetahui apa yang dikerjakan pemimpinnya. Selama satu tahun, capaian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai kuat secara angka dan data. Namun, menurutnya, capaian itu masih dominan pada pendekatan kuantitatif.

“Dan saya menilai bahwa apa yang disampaikan oleh tim percepatan pembangunan daerah Jawa Tengah itu dengan angka-angka yang sangat memukau tadi itu saya kira baru batas kuantitas kita,” ujarnya.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Jawa Tengah, Zulkifli, memaparkan delapan indikator kinerja yang sebagian besar melampaui target. Tingkat kemiskinan ditargetkan 9,66–9,00 persen dan kini berada di angka 9,39 persen. Indeks Reformasi Birokrasi ditargetkan 91,5 dan tercapai 94,06 berdasarkan rilis 2024. Indeks Integritas Nasional berada di angka 80 dan belum memenuhi target, meski Jawa Tengah masih menempati peringkat dua nasional.

Sementara, Indeks Demokrasi Indonesia berada pada rentang target 85,81–89,07 dan tercatat 85,84. Rasio kemandirian fiskal daerah mencapai 63,01 persen dari target 63 persen. Pertumbuhan ekonomi melampaui target 4,8 persen dengan capaian 5,37 persen. Tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,66 persen dari target 4,81–4,2 persen, sementara Indeks Modal Manusia masih menunggu rilis data terbaru.

"Dulu seingat saya teman-teman sekalian, selalu setiap tahun itu ada empat sampai lima yang tidak tercapai. Tapi sekarang itu kita menjaga benar teman-teman sekalian indikator-indikator ini terus kita lakukan perbaikan," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh menilai capaian kinerja Luthfi–Yasin secara umum memuaskan jika merujuk indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Ia menyebut mayoritas target terpenuhi, dengan tantangan berikutnya memastikan pemerataan hasil pembangunan melalui evaluasi bersama Organisasi Perangkat Daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....