Ramadan, Ribuan Siswa di Kudus Terima MBG Menu Kering

  • 23 Feb 2026 13:11 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus – Sebanyak 2.693 siswa di Kabupaten Kudus tetap menerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan dengan menu kering. Penyaluran dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) Polres Kudus yang berlokasi di Desa Rendeng, Kecamatan Kota.

Kepala SPPG Polres Kudus Desa Rendeng, Muhammad Rafi Projo Al Jito, mengatakan distribusi MBG tetap berjalan sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Selama Ramadan, menu yang diberikan kepada siswa disesuaikan agar dapat dibawa pulang untuk berbuka puasa.

“Kiriman tetap setiap hari sesuai dengan jadwal yang sudah ada. Sebelum lebaran kemarin kami sudah melakukan pendataan, namun tidak ada sekolah yang menolak MBG selama ramadan,” ujar Projo, Senin, 23 Februari 2026.

Menurutnya, penerima manfaat MBG berasal dari 12 sekolah yang terdiri atas tiga TK, tujuh SD, dan dua SMP. Selain itu, terdapat 296 penerima dari kalangan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kelurahan Mlatinorowito, yang tetap mendapatkan menu basah.

Ia menjelaskan, menu MBG hari itu adalah paket berisi roti, keripik tempe, telur puyuh, dan kurma. Distribusi MBG direncanakan tetap berlangsung hingga 18 Maret 2026 sesuai surat dari BGN, meski sebagian siswa mulai libur sekolah pada 14 Maret.

Terkait masa libur, pihak SPPG menawarkan dua opsi pengambilan pada tanggal 14, 16, 17, dan 18 Maret. MBG bisa tetap dikirim ke sekolah atau diambil langsung oleh siswa di SPPG.

Sementara, Kepala SMP 1 Kudus, Abdul Rokhim, mengatakan, selama Ramadan MBG dibagikan menjelang siswa pulang sekolah. Menurutnya, menu kering cukup membantu siswa untuk berbuka puasa di rumah.

“Pesan saya agar menu MBG ini bisa sesuai dengan harga di luar. Karena menu kering ini dibawa pulang oleh anak–anak, para orang tua kemungkinan akan menghitung nilai MBG tersebut,” kata Abdul Rokhim.

Sementara itu, dua siswa kelas 8A, Ye dan Duta, mengaku senang program MBG tetap berjalan selama Ramadan. “Kalau boleh minta sih bisa ditambah susu, kan kita juga butuh itu,” ujar mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....