Atasi Kelangkaan, Bibit Ayam Broiler di Pati Kembali Dipasok

  • 23 Feb 2026 10:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Pati-Kelangkaan anak ayam umur sehari siap dibesarkan menjadi ayam pedaging broiler (Day Old Chick Final Stock / DOC FS) sejak pertengahan 2024 memicu keresahan peternak mandiri di Kabupaten Pati. Pemerintah Kabupaten Pati segera memperkuat koordinasi dengan pusat demi menjaga keberlanjutan pasokan usaha unggas daerah.

Langkah strategis diambil melalui rapat koordinasi yang digelar pada Minggu 22 Februari 2026 di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati. Rapat yang membahas distribusi DOC dipimpin Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda.

Agung Suganda menyatakan distribusi DOC banyak terserap perusahaan integrator sehingga peternak mandiri kesulitan akses pasokan. “Dan akhirnya hari ini kita sepakati distribusi 1.000 box DOC per minggu untuk peternak mandiri,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut, menurutnya, dicapai antara PPMP dan perusahaan pembibitan unggas yang tergabung dalam GPPU. Pemerintah pusat bersama Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati akan melakukan pengawasan distribusi sesuai komitmen.

Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, menegaskan kebutuhan DOC di Pati mencapai 33 juta ekor per tahun dengan enam siklus pemeliharaan. Namun, harga DOC melonjak dari Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per ekor.

Ia juga menyampaikan, di lapangan, sebagian peternak menunda siklus produksi akibat keterbatasan pasokan dan kenaikan harga. Kondisi ini berpotensi memengaruhi suplai ayam hidup serta stabilitas protein hewani masyarakat.

Ia menyakini, pemerintah optimistis sinergi pusat dan daerah mampu menjaga keberlanjutan usaha peternak mandiri. “Ini bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah, dengan pasokan 1.000 box per minggu, kami harap produksi kembali normal dan harga ayam di Pati tetap stabil,” tegas Chandra.

Rapat koordinasi dihadiri Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU) dan Persaudaraan Peternak Mandiri Pati (PPMP). Selain itu, juga diikuti Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Pati, serta perwakilan perusahaan perunggasan. (APB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....