Setahun Luthfi-Yasin Bertabur Prestasi Hingga Ujian Bencana
- 22 Feb 2026 11:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Setahun kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maemoen di Jawa Tengah diwarnai deretan prestasi sekaligus ujian bencana yang datang bertubi-tubi. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, keduanya menghadapi dinamika yang cukup berat sembari tetap menjaga laju pembangunan provinsi ini agar tetap stabil.
Di tengah capaian ekonomi dan investasi yang menanjak, bencana hidrometeorologi menjadi tantangan nyata yang harus hadapi. Banjir bandang Demak, rob di Sayung, longsor di lereng Gunung Slamet, hingga tanah gerak di Kabupaten Tegal menuntut respons cepat dan terukur.
Pemerintah provinsi pun bergerak dari penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana secara simultan. Skema bantuan, rehabilitasi infrastruktur, dan dukungan sosial dijalankan agar aktivitas warga segera pulih.
Di sisi lain, agenda pembangunan tetap terus dikebut. Infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi daerah menjadi fokus yang terus dijaga.
Program pro-rakyat diperluas melalui dokter spesialis keliling, sekolah kemitraan, beasiswa santri, serta perbaikan rumah tidak layak huni. Kebijakan dirancang agar manfaatnya langsung dapat dirasakan masyarakat lapisan bawah.
Konsep collaborative government menjadi fondasi kerja keduanya. Pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat dirangkul dalam orkestrasi pembangunan bersama.
Data Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah triwulan IV 2025 mencapai 5,37 persen. Angka itu melampaui rata-rata nasional 5,11 persen dan menempatkan provinsi ini sebagai yang tertinggi kedua di Pulau Jawa.
Realisasi investasi sepanjang 2025 menembus Rp88,50 triliun, tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Lebih dari 105 ribu proyek terealisasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418 ribu orang.
Pertumbuhan tersebut beriringan dengan penurunan angka kemiskinan dari 9,48 persen menjadi 9,39 persen dalam enam bulan. Jumlah penduduk miskin turun puluhan ribu orang dibanding periode sebelumnya.
Ketimpangan pendapatan juga menyempit dengan gini ratio 0,350. PDRB per kapita naik menjadi Rp50,82 juta, sementara tingkat pengangguran terbuka terjaga di 4,32 persen.
Meski begitu, pekerjaan rumah masih tersisa pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia yang berada di angka 74,77. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menegaskan pertumbuhan harus terus diarahkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperluas akses pendidikan, termasuk bagi kelompok rentan.
"Penurunan angka kemiskinan harus kita masifkan lagi. Anggaran harus mengarah kepada penurunan kemiskinan secara bersama-sama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas, agar kualitas hidup mereka meningkat," tegas Taj Yasin.
Cerita perubahan terlihat di Brebes, ketika ribuan keluarga resmi keluar dari data kemiskinan. Mereka tak lagi bergantung pada bantuan sosial dan memilih membangun kemandirian ekonomi.
Upaya kolaboratif itu turut mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Jawa Tengah dinilai kian atraktif bagi investor karena stabilitas dan konsistensi kebijakan yang dijaga.
Sepanjang 2025, pemerintah provinsi meraih sekitar 40 penghargaan dari berbagai lembaga. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyebut membangun Jawa Tengah sebagai proses merawat secara berkelanjutan tanpa ujung melalui kolaborasi menjaga amanah melayani masyarakat.
"Tapi pengingat agar kebijakan yang kami jalankan benar-benar berdampak, melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, dan membuka ruang investasi seluas-luasnya," ucap Luthfi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....