Sekda Jateng Tegaskan Difabel Harus Difasilitasi Bukan Dikasihani

  • 22 Feb 2026 10:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan penyandang difabel harus difasilitasi agar mampu berkarya dan setara. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri penutupan pameran lukisan komunitas Roemah Difabel di kantor Alliance Francaise Semarang, Jalan Dokter Wahidin 54, Semarang, 21 Februari 2026.

enurut Sumarno, difabel bukan objek belas kasihan melainkan subjek yang harus difasilitasi. Dukungan nyata, katanya, jauh lebih penting daripada sekadar simpati.

"Difabel bukan untuk dikasihani, tetapi difasilitasi," tandasnya.

Ia menilai pameran bertema “Aku Ada, Aku Berkarya, Aku Setara” menjadi ruang strategis untuk menyalurkan bakat dan minat para seniman difabel. Kegiatan serupa diharapkan terus dipromosikan agar menjangkau masyarakat lebih luas.

Pimpinan Alliance Francaise Semarang, Kiki Martaty, menyatakan seni adalah bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan. Karena itu, lembaganya membuka ruang kolaborasi bagi Roemah Difabel melalui pameran ini.

Pameran dibuka Duta Besar Prancis untuk Indonesia pada 11 Februari 2026 dan berakhir 21 Februari 2026. Selama sepuluh hari, karya para seniman difabel mendapat perhatian publik dan komunitas seni.

Ketua Yayasan Difabel Indonesia Hidayah Ratna mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengembangan bakat difabel. "Ini merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap difabel," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....