Dari Jalan Petolongan, Kuliner Khoja Bangkitkan Asa Ekonomi Warga

  • 21 Feb 2026 17:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Aroma rempah dan manisnya bolu lapis Khoja memenuhi Jalan Petolongan, Semarang Tengah, Sabtu 21 Februari 2026. Festival Kuliner Khoja yang digelar akhir pekan ini tak sekadar menghadirkan sajian khas, tetapi juga membawa harapan baru bagi kebangkitan ekonomi warga.

Di tengah tantangan ekonomi, Festival Kuliner Khoja hadir sebagai ruang promosi bagi makanan khas berbumbu rempah. Mulai dari nasi kebuli, nasi biryani, hingga bolu lapis premium yang prosesnya mencapai lima jam.

Ketua Panitia Pasar Kuliner Khoja, Anisa Devy Ika, mengatakan kegiatan tersebut masih dalam tahap uji coba. Jika berjalan lancar, pihaknya berencana menggelarnya secara rutin setiap akhir pekan.

“Pada intinya kegiatan ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan membantu pemerintah dalam ketahanan pangan. Ini masih tahap uji coba, nanti dua minggu ke depan kalau lancar akan kami selenggarakan lagi, kemungkinan setiap weekend,” ujar Anisa saat diwawancarai di lokasi acara, Sabtu (21/2/2026).

Dalam kegiatan pengenalan kuliner khas Khoja ini, sejumlah makanan tradisional dihadirkan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bolu lapis Khoja premium yang sebelumnya dilombakan pada 14 Februari lalu.

Menurut Anisa, bolu lapis Khoja merupakan makanan khas yang tergolong premium dan jarang ditemui. Biasanya, kue tersebut hanya muncul setahun sekali menjelang Lebaran atau disajikan dalam acara pernikahan, bahkan kerap diletakkan di kamar pengantin sebagai hidangan istimewa.

“Pembuatan bolu lapis Khoja ini membutuhkan waktu cukup lama, sekitar empat sampai lima jam. Sehingga memang tidak setiap saat diproduksi,” jelasnya.

Selain bolu lapis Khoja, sejumlah kuliner khas lainnya turut meramaikan pasar, seperti nasi langi, nasi kebuli, nasi biryani, hingga olahan serba rempah khas Khoja yang kaya cita rasa.

Pasar Kuliner Khoja diikuti 25 pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Kota Semarang. Bahkan, terdapat peserta dari luar daerah seperti Jepara dan Pekalongan, serta satu peserta dari kalangan dunia usaha.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Purwodinatan, Bagas Juwono Arionegoro, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kuliner Khas Khoja. Bagas menyampaikan kegiatan tersebut menjadi angin segar bagi perekonomian masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

“Saya sangat mengapresiasi panitia, di tengah kondisi perekonomian yang sulit, Pasar Khoja ini luar biasa. Semoga bukan hanya sekarang atau di bulan Ramadan saja, tetapi bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kuliner khas Khoja cukup tinggi. Bahkan, tidak hanya warga Kota Semarang, tetapi juga pengunjung dari luar daerah yang ingin merasakan cita rasa kuliner khas tersebut.

Bagas menilai, potensi ini perlu didorong lebih lanjut dengan dukungan pemerintah, termasuk melalui sinergi bersama dinas terkait seperti Dinas Pariwisata. Hal ini, agar kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi destinasi tematik.

Ia pun mengusulkan agar Kelurahan Purwodinatan ke depan memiliki identitas sebagai “Kampung Khoja” yang menghadirkan sentra kuliner khas Khoja di satu kawasan terpadu. Dengan adanya festival ini, Pemerintah Kelurahan Purwodinatan berharap kuliner khas Khoja semakin dikenal luas serta mampu menjadi ikon baru

“Kalau kita ke Kampung Batik, yang kita lihat tentu batiknya. Nah, kalau di Kampung Khoja ini ada apa? Ternyata ada lapis Khoja dan berbagai makanan khas yang luar biasa. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri dan membangkitkan perekonomian warga,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....